Jakarta, Investor IDN – Saham emiten farmasi PYFA melesat lebih dari 100% dalam sebulan ke Rp 486, di tengah persiapan rights issue yang dijadwalkan mulai Juni dan pencatatan HMETD pada 9 Juli 2026.
Di sisi lain, anggota dewan komisaris PYFA mengundurkan diri lewat dua transaksi penjualan saham. Ini jadi sinyal restrukturisasi di jajaran komisaris jelang aksi korporasi besar yang sudah di depan mata.
Berdiri sejak 1976, PYFA fokus di manufaktur farmasi dan perdagangan alat kesehatan. Rights issue yang dimulai bulan depan ini bertujuan menggalang dana segar buat ekspansi, dengan jadwal pencatatan efek di bursa pada 9 Juli 2026.
Yang bikin investor antusias, saham PYFA sudah naik dua kali lipat dalam 30 hari terakhir. Apalagi ada rumor target akuisisi berlanjut ke level Rp 700. Makanya, rights issue ini jadi momen krusial — antara dilusi atau peluang entry di harga diskon.
Buat investor yang kebeli di bawah Rp 300, posisinya nyaman. Tapi buat yang baru masuk, pantau rasio HMETD dan harga pelaksanaannya. Ini kunci valuasi yang bakal menentukan apakah rights issue kali ini menguntungkan atau tidak.
Catat jadwalnya: rights issue dimulai Juni, pencatatan pada 9 Juli 2026. Kalau prospek bisnis farmasi dan alat kesehatan tetap solid, target Rp 700 bukan sekadar rumor. Pantau terus pergerakan PYFA ke depan.

