Jakarta, Investor IDN – Saham BIPI ambles 39,16% dalam sebulan terakhir, tapi emiten ini justru mengumumkan rencana transaksi material yang butuh restu pemegang saham lewat RUPS. Langkah ini jadi sorotan di tengah tekanan harga yang masih berlanjut.
Sayangnya, detail soal bentuk transaksi — apakah akuisisi, divestasi, atau kerja sama strategis — belum dibeberkan secara gamblang. Yang jelas, RUPS jadi momentum krusial buat pemegang saham menentukan arah perusahaan ke depan.
Dalam sebulan terakhir, kapitalisasi pasar BIPI tergerus signifikan seiring aksi jual yang terus berlanjut. Harga sahamnya kini berkutat di rentang Rp193 hingga Rp208, jauh dari level terbaiknya beberapa waktu lalu.
Buat investor yang kebeli di harga tinggi, kondisi ini jelas bikin waswas. Apalagi kalau transaksi material yang direncanakan justru menambah beban atau malah membuka peluang baru. Makanya, hasil RUPS nanti bakal jadi sinyal penting buat pergerakan harga selanjutnya.

