Jakarta, Investor IDN – PT Perusahaan Gas Negara (PGAS) menyetujui pembagian dividen tunai sebesar USD271,54 juta atau setara lebih dari Rp4,4 triliun buat pemegang saham. Keputusan efektif 19 Mei 2026 ini jadi kabar gembira di tengah prospek bisnis yang membaik.
Dividen jumbo ini bukti komitmen PGAS memberikan imbal hasil langsung ke investor. Apalagi laba bersih perusahaan naik sepanjang 2024—fundamental solid buat bagi-bagi cuan tahun ini.
Kalau lihat valuasi, saham PGAS masih di level murah. Analis memasang target harga 1.655 per saham, artinya masih ada ruang apresiasi. Paduan dividen plus capital gain bikin emiten gas ini makin menarik buat dikoleksi.
Emiten yang mengelola jaringan gas berskala nasional ini punya prospek bisnis cerah. Kebutuhan energi yang naik terus jadi katalis utama. Makanya, target harga 1.655 bukan sesuatu yang mustahil dalam waktu dekat.
Buat investor, catat jadwal dividen PGAS. Cum date dan ex date jadi momen krusial yang nggak boleh dilewatkan. Jangan sampai kehilangan jatah dividen dari emiten gas pelat merah ini.

