Saham RMKE

RMKE Pecah Saham 1:5, Likuiditas Jadi Taruhan Baru Emiten Batu Bara

Jakarta, Investor-idn.com – PT RMK Energy Tbk (RMKE) bersiap memasuki babak baru perdagangan saham setelah menetapkan pelaksanaan pemecahan nilai nominal saham atau stock split dengan rasio 1:5.

Melalui aksi ini, setiap satu saham lama RMKE akan berubah menjadi lima saham baru. Nilai nominal saham turun dari Rp100 per saham menjadi Rp20 per saham, sementara jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh meningkat dari 4,375 miliar saham menjadi 21,875 miliar saham.

Saham dengan nilai nominal baru dijadwalkan mulai diperdagangkan di pasar reguler dan pasar negosiasi pada 17 Juli 2026. Perdagangan dengan nilai nominal lama di pasar reguler dan negosiasi berakhir pada 16 Juli 2026. Sementara itu, perdagangan di pasar tunai ditiadakan pada 17-20 Juli 2026, sebelum saham bernominal baru mulai diperdagangkan di pasar tunai pada 21 Juli 2026.

Aksi korporasi ini datang ketika saham RMKE masih mendapat respons positif dari pasar. Pada pukul 14.04 WIB, Senin, 13 Juli 2026, saham RMKE berada di level Rp2.210 atau menguat 4,74% dibandingkan penutupan sebelumnya.

Secara teori sederhana, jika menggunakan harga Rp2.210 sebelum stock split, harga penyesuaian setelah rasio 1:5 berada di sekitar Rp442 per saham. Angka ini bukan target harga, melainkan gambaran matematis bahwa nilai ekonomi investor tidak berubah hanya karena jumlah saham bertambah dan harga per saham menjadi lebih rendah.

Yang berubah adalah akses. Stock split biasanya membuat harga nominal di layar terlihat lebih terjangkau bagi investor ritel. Dampaknya bisa terasa pada frekuensi transaksi, kedalaman antrean, dan persepsi likuiditas, terutama jika saham tersebut sudah memiliki cerita bisnis yang cukup dikenal pasar.

Untuk RMKE, pertaruhan berikutnya ada pada dua hal: apakah stock split benar-benar memperluas basis investor, dan apakah kinerja operasional emiten batu bara ini mampu menjaga minat pasar setelah sentimen aksi korporasi selesai.

Dengan begitu, stock split RMKE bukan cerita perubahan fundamental secara langsung. Namun, aksi ini bisa menjadi pemantik likuiditas baru. Jika ditopang kinerja dan sentimen sektor energi yang tetap solid, saham RMKE berpeluang mendapat perhatian lebih besar dari investor ritel sepanjang sisa 2026.

More From Author

Saham AIMS

AIMS Kembali Diperdagangkan, Pasar Aktif Kembali

RAJA

RAJA Stock Split 1:5, Akses Ritel dan Ekspektasi Saham Energi Kembali Diuji

blank
Family Office
Family Office

Video Pilihan