Saham HATM

HATM Siapkan Private Placement Rp280 Miliar, Pemegang Saham Hadapi Dilusi 8,44%

Jakarta, Investor-idn.com – PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM) menyiapkan rencana penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement dengan target dana sekitar Rp280 miliar. Aksi ini penting bagi pemegang saham karena perseroan berencana menerbitkan 800 juta saham baru dan membuka potensi dilusi kepemilikan sebesar 8,44%.

Dalam keterbukaan informasi yang diterbitkan 15 Juli 2026, HATM menyampaikan bahwa saham baru tersebut setara 9,22% dari saham beredar, dengan nilai nominal Rp50 per saham. Dana hasil PMTHMETD direncanakan untuk penambahan armada kapal, pelunasan pinjaman bank, dan modal kerja perseroan.

Rencana itu belum efektif. HATM akan meminta persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada Jumat, 21 Agustus 2026 pukul 09.00 WIB. Pemegang saham yang berhak hadir ditetapkan berdasarkan daftar pemegang saham pada 29 Juli 2026.

Calon pemodal dalam private placement ini adalah PT Multi Sarana Nasional (MSN), pihak yang terafiliasi dengan perseroan. Setelah aksi korporasi, kepemilikan MSN di HATM diproyeksikan naik dari 1.745.409.861 saham atau 20,1084% menjadi 2.545.409.861 saham atau 26,8503%.

Meski demikian, HATM menyatakan pelaksanaan PMTHMETD tidak menyebabkan perubahan pemegang saham pengendali. Pemegang saham terbesar, PT Habco Primatama, tetap memegang 5.758.706.000 saham, tetapi porsinya terdilusi dari 66,3445% menjadi 60,7458% setelah penerbitan saham baru.

Bagi investor publik, dampak langsung yang perlu dihitung adalah perubahan porsi kepemilikan. Porsi masyarakat dalam struktur modal HATM diproyeksikan turun dari 13,2890% menjadi 12,1676% apabila PMTHMETD terlaksana sesuai rencana.

Dari sisi neraca, perseroan memproyeksikan tambahan dana Rp280 miliar akan meningkatkan aset lancar, total aset, dan ekuitas. Dalam proyeksi yang disampaikan, total aset HATM naik dari Rp1,888 triliun menjadi Rp2,168 triliun, sedangkan ekuitas meningkat dari Rp1,609 triliun menjadi Rp1,889 triliun.

Namun, investor tetap perlu membaca rencana ini secara berimbang. Tambahan modal dapat memberi ruang bagi ekspansi armada dan perbaikan struktur pendanaan, tetapi private placement kepada pihak afiliasi juga membuat keputusan RUPSLB dan persetujuan pemegang saham independen menjadi titik krusial.

Jadwal berikutnya yang perlu dicermati adalah pemanggilan RUPS pada 30 Juli 2026, penyelenggaraan RUPSLB pada 21 Agustus 2026, penyampaian ringkasan risalah pada 26 Agustus 2026, serta penyampaian risalah RUPS ke OJK dan IDX pada 18 September 2026.

More From Author

blank

BEI Umumkan Saham Terkonsentrasi Tinggi, POLU dan BNLI di Atas 99%

Saham MBMA

Obligasi dan Sukuk MBMA Rp1,37 Triliun Jatuh Tempo, BEI Hapus dari Daftar Perdagangan

blank
Family Office
Family Office

Video Pilihan