Saham BRNA

BRNA Siapkan Rights Issue 543,95 Juta Saham, Ada Waran dan Konversi Utang

Jakarta, Investor-idn.com – PT Berlina Tbk (BRNA) kembali memperbarui rencana penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) III. Aksi ini penting bagi pemegang saham karena melibatkan penerbitan saham baru, waran, serta skema kompensasi utang pemegang saham pengendali.

Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), BRNA menyampaikan rencana penerbitan sebanyak-banyaknya 543.950.000 saham baru. Harga pelaksanaan PMHMETD III ditetapkan Rp685 per saham dengan rasio 9:5.

Artinya, setiap pemegang 9 saham lama berhak memperoleh 5 HMETD. Saham baru yang diterbitkan memiliki nilai nominal Rp50 per saham dan akan memiliki hak yang sama dengan saham lama perseroan, termasuk hak atas dividen.

BRNA juga berencana menerbitkan Waran Seri I sebanyak-banyaknya 181.316.667 waran. Waran tersebut diberikan cuma-cuma kepada pemegang saham yang melaksanakan HMETD, dengan rasio 3:1. Setiap pemegang 3 saham baru hasil pelaksanaan HMETD akan memperoleh 1 Waran Seri I.

Harga pelaksanaan Waran Seri I ditetapkan Rp800 per saham. Jika seluruh waran dilaksanakan, BRNA berpotensi memperoleh tambahan dana maksimal Rp145,05 miliar. Dana dari pelaksanaan waran direncanakan untuk modal kerja perseroan.

Bagian lain yang perlu diperhatikan investor adalah peran PT Dwi Satrya Utama (DSU), pemegang saham utama sekaligus pengendali BRNA. DSU berencana melaksanakan seluruh HMETD yang menjadi haknya melalui mekanisme kompensasi pokok utang perseroan kepada DSU.

DSU juga akan bertindak sebagai pembeli siaga. Jumlah HMETD yang akan dilaksanakan DSU maupun sisa saham yang akan diambil sebagai pembeli siaga bergantung pada jumlah pokok utang BRNA kepada DSU yang dapat dikompensasikan, sebanyak-banyaknya Rp264,38 miliar.

Menurut proforma dalam keterbukaan informasi, aksi ini dapat memperkuat struktur permodalan BRNA. Rasio total liabilitas terhadap total ekuitas diproyeksikan turun dari 1,22 kali menjadi 0,74 kali, sedangkan rasio total liabilitas terhadap total aset turun dari 0,55 kali menjadi 0,43 kali.

Namun, ruang baca investor tetap harus hati-hati. Pemegang saham yang tidak melaksanakan Waran Seri I berisiko mengalami dilusi kepemilikan maksimum 42,55%, dengan asumsi seluruh saham baru PMHMETD III diterbitkan dan seluruh waran dilaksanakan.

Rencana PMHMETD III ini masih bergantung pada persetujuan RUPSLB yang dijadwalkan pada 5 Agustus 2026 dan prospektus final yang akan diterbitkan. Karena itu, investor perlu memantau keputusan rapat dan jadwal pelaksanaan final sebelum menghitung dampak penuh terhadap kepemilikan dan neraca BRNA.

More From Author

Saham JSMR 2026

JSMR Amankan Pembiayaan Hijau Rp1,57 Triliun untuk Tol Bali

blank

Tender Offer IBST Diperpanjang, Harga Tetap Rp5.400 per Saham

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

blank
Family Office
Family Office

Video Pilihan