Jakarta, Investor-idn.com – PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) merampungkan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) dengan menerbitkan 14.505.112.734 saham baru Seri B. Aksi korporasi ini penting bagi investor karena menambah jumlah saham beredar dalam skala besar dan berpotensi mengubah peta kepemilikan.
Berdasarkan keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), PMTHMETD tersebut dilaksanakan pada 4 Agustus 2026. Saham baru yang diterbitkan memiliki nilai nominal Rp100 per saham, sementara harga pelaksanaannya ditetapkan Rp300 per saham.
Dengan jumlah saham dan harga pelaksanaan tersebut, nilai pelaksanaan PMTHMETD UNSP secara aritmetis mencapai sekitar Rp4,35 triliun. Namun, dokumen perseroan tidak merinci persentase dilusi maupun jumlah saham beredar setelah aksi korporasi ini.
UNSP menyebut pelaksanaan PMTHMETD dilakukan berdasarkan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 3 Juli 2026. Dalam dokumen utama, pihak yang melakukan penyetoran disebut sebagai para kreditur.
Ada 11 pihak yang menerima saham baru dalam PMTHMETD tersebut. Penerima terbesar adalah Poseidon Corporate Services Limited dengan 9.461.314.663 saham. Setelah itu, Unbounded Opportunities Fund SPC-Alpha Investments SP menerima 3.005.863.413 saham.
Penerima lain meliputi PT Bakrie Capital Indonesia sebanyak 441.222.983 saham, Pacific Harbor Advisors Pte. Ltd. sebanyak 398.813.333 saham, Indo Alam Resources Pte. Ltd. sebanyak 373.582.000 saham, serta Alexander Kirk Bradford sebanyak 283.016.666 saham.
Sejumlah pihak lain menerima porsi lebih kecil, yakni PT Biofuel Indo Sumatra 309.854.678 saham, Drake Private Investments LLC 113.206.666 saham, Netland Investments Limited 56.603.333 saham, PT Danatama Makmur Sekuritas 33.333.333 saham, dan Sundaresan Hariharan 28.301.666 saham.
Bagi pemegang saham lama, aksi tanpa HMETD seperti ini perlu dibaca dari dua sisi. Di satu sisi, masuknya saham baru dapat memperkuat struktur permodalan bila terkait penyelesaian kewajiban atau penataan neraca. Di sisi lain, tambahan 14,5 miliar saham tetap membawa konsekuensi dilusi ekonomi karena investor lama tidak memperoleh hak memesan efek terlebih dahulu.
Perhatian berikutnya tertuju pada komposisi pemegang saham setelah saham baru ini masuk dalam struktur modal UNSP. Informasi itu akan menentukan seberapa besar perubahan kepemilikan dan pengaruhnya terhadap arah pengendalian perseroan.
