Saham ALKA

Saham ALKA Masuk Pemantauan Khusus, BEI Soroti Likuiditas dan Ekuitas Negatif

Jakarta, Investor-idn.com – Bursa Efek Indonesia (BEI) memasukkan saham PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) ke dalam daftar Efek Bersifat Ekuitas Dalam Pemantauan Khusus. Perubahan status tersebut berlaku efektif mulai 6 Agustus 2026.

Dalam Pengumuman Bursa No. Peng-PK-00056/BEI.PLP/08-2026, ALKA tercatat berada di Papan Pengembangan dan masuk Pemantauan Khusus dengan keterangan kriteria 10. Status ini penting bagi investor karena berkaitan dengan risiko likuiditas, kondisi keuangan, dan pemenuhan ketentuan pencatatan.

BEI mencantumkan sejumlah kriteria yang melekat pada ALKA. Salah satunya adalah harga rata-rata saham di pasar reguler dan/atau pasar reguler periodic call auction kurang dari Rp51, disertai kondisi likuiditas rendah.

Likuiditas rendah itu diukur dari nilai transaksi harian rata-rata kurang dari Rp5.000.000 dan volume transaksi harian rata-rata kurang dari 10.000 saham selama tiga bulan terakhir. Bagi investor ritel, kombinasi ini dapat memperlebar risiko keluar-masuk posisi karena antrean beli dan jual cenderung tipis.

Di luar faktor perdagangan, pengumuman BEI juga menyebut laporan keuangan auditan terakhir ALKA memperoleh opini tidak menyatakan pendapat atau disclaimer. Bursa turut mencatat perseroan tidak membukukan pendapatan, memiliki ekuitas negatif pada laporan keuangan terakhir, serta tidak memenuhi ketentuan free float.

Masuknya ALKA ke Pemantauan Khusus tidak otomatis menunjukkan adanya pelanggaran baru. Namun, status tersebut memberi sinyal bahwa saham ini memerlukan pembacaan risiko yang lebih ketat, terutama terkait likuiditas transaksi dan kesehatan keuangan emiten.

Untuk saat ini, perhatian pasar akan tertuju pada keterbukaan lanjutan ALKA mengenai langkah perbaikan. Tanpa perbaikan pada kinerja, ekuitas, dan pemenuhan free float, ruang gerak saham di pasar dapat tetap dibayangi status Pemantauan Khusus.

More From Author

Garuda Indonesia

Direktur Niaga GIAA Diberhentikan Sementara Mulai 14 Agustus

Saham UNSP

UNSP Terbitkan 14,5 Miliar Saham Baru, Nilai PMTHMETD Tersirat Rp4,35 Triliun

blank
Family Office
Family Office

Video Pilihan