Jakarta, Investor-idn.com – PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS) memberi jaminan perusahaan dengan nilai maksimal USD 12 juta untuk fasilitas yang diterima anak usahanya, PT Wintermar, dari PT Bank Shinhan Indonesia. Keterbukaan ini relevan bagi investor karena menyangkut refinancing armada kapal, aset inti dalam bisnis pelayaran lepas pantai WINS.
Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), WINS menyebut tanggal kejadian transaksi tersebut pada 21 Agustus 2026. Perseroan bertindak sebagai pemberi jaminan, Bank Shinhan Indonesia sebagai penerima jaminan, sementara PT Wintermar menjadi pihak yang dijamin.
PT Wintermar merupakan entitas anak WINS dengan kepemilikan lebih dari 99%. Di luar hubungan kepemilikan, WINS dan PT Wintermar juga memiliki dua direktur dan satu komisaris yang sama, sehingga transaksi ini dikategorikan sebagai transaksi afiliasi.
Nilai fasilitas yang dijamin mencapai maksimal USD 12 juta. Perseroan menyatakan jaminan itu menjadi syarat pemberian fasilitas Bank Shinhan Indonesia kepada PT Wintermar, dengan penggunaan untuk pembiayaan kembali kapal-kapal milik PT Wintermar serta kebutuhan umum perusahaan.
Bagi pemegang saham, bagian yang perlu dibaca bukan hanya nilai fasilitasnya, tetapi juga tujuan refinancing. Pembiayaan kembali dapat membantu pengelolaan liabilitas dan kebutuhan kas anak usaha, meski dokumen kali ini belum merinci perubahan beban bunga, tenor fasilitas, atau dampaknya terhadap arus kas konsolidasian.
WINS juga menyampaikan bahwa transaksi pemberian jaminan kepada bank tersebut tidak memerlukan prosedur serta tidak wajib memakai penilaian Kantor Jasa Penilai Publik berdasarkan ketentuan POJK 42/2020. Perseroan menyatakan transaksi ini tidak mengandung benturan kepentingan.
Dengan nilai USD 12 juta, investor masih perlu memantau apakah refinancing kapal ini akan terlihat pada struktur utang, biaya keuangan, dan utilisasi armada dalam laporan keuangan berikutnya. Untuk saat ini, keterbukaan WINS memberi sinyal bahwa perseroan menjaga akses pendanaan anak usaha yang langsung terkait dengan operasi kapal.

