IHSG Berpotensi Menguat Menuju Resistance 8.124, Tiga Saham Rekomendasi Beli September 2025

Jakarta, INVESTOR IDN– Indeks Harga Saham Gabungan berhasil menembus level psikologis 8.000 dan kini berpotensi melanjutkan momentum penguatan menuju area resistance kritis di 8.124 pada perdagangan September 2025. Setelah mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa di level 8.051 pada Jumat lalu, IHSG menunjukkan kekuatan fundamental yang solid didukung sentimen positif domestik dan global.

Analisis Teknikal: Jalan Menuju 8.124 Terbuka Lebar
Secara teknikal, IHSG saat ini berada dalam fase menguji area resistance di kisaran 8.100-8.200. Menurut analisis MNC Sekuritas, posisi IHSG masih berada pada bagian dari wave [iii] dari wave 3, menunjukkan bahwa indeks masih memiliki ruang untuk menguat ke area 8.102-8.125. Bila level ini berhasil ditembus, peluang penguatan lanjutan menuju 8.124 terbuka lebar.

BNI Sekuritas memperkuat proyeksi ini dengan menyebut bahwa IHSG berpeluang tetap bergerak positif meski terbatas, dengan area support di kisaran 7.950-8.000 dan resistance di 8.080-8.150. Momentum positif ini akan tetap terjaga selama IHSG berada di atas level support kritis di 7.911-7.862 yang merupakan area moving average 20 harian.

Katalis Penguatan: Triple Support dari Dalam dan Luar Negeri
Penguatan IHSG menuju target 8.124 didukung oleh tiga katalis utama yang berkonvergensi pada September 2025. Pertama, keputusan Bank Indonesia memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 4,75 persen, memberikan stimulus moneter yang pro-growth dan meningkatkan daya tarik pasar saham domestik.

Kedua, ekspektasi pemangkasan suku bunga The Federal Reserve yang diprediksi akan menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 4,0%-4,25%. Tren penurunan suku bunga global ini menciptakan aliran dana yang menguntungkan bagi emerging markets termasuk Indonesia.

Ketiga, rebalancing indeks FTSE yang telah selesai pada penutupan perdagangan Jumat lalu memberikan dukungan struktural jangka menengah. Ditambah dengan kebijakan pemerintah yang menyalurkan kas negara sebesar 200 triliun rupiah kepada lima bank BUMN, memberikan likuiditas tambahan yang mendukung sektor keuangan.

Net Buy Asing: Sinyal Kuat Kepercayaan Investor
Aliran dana asing menjadi pendorong utama dengan catatan net buy sebesar 1,41 triliun rupiah di pasar reguler dan 1,46 triliun rupiah di pasar negosiasi pada perdagangan Jumat. Fenomena ini menunjukkan kepercayaan investor asing terhadap prospek pasar domestik, khususnya pada saham sektor industri dan komoditas.

Volume transaksi yang mencapai 21,93 triliun rupiah, melonjak dari 18,27 triliun rupiah sehari sebelumnya, mengkonfirmasi kekuatan momentum pembelian yang mendorong IHSG menuju area resistance berikutnya.

Tiga Saham Rekomendasi Beli September 2025
SRTG (PT Saratoga Investama Sedaya Tbk) – Target 2.090
Saham SRTG masuk kategori buy dengan target harga 2.090 seiring dengan akumulasi investor institusional. Secara teknikal, SRTG bertahan di atas support trendline dan berpeluang rebound menuju resistance 2.020-2.150. Fundamental perusahaan yang solid dalam mengelola portofolio investasi menjadi daya tarik utama di tengah kondisi pasar yang bullish.

CUAN (PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk) – Target 1.700-1.720
CUAN menjadi pilihan unggulan dengan rekomendasi buy berdasarkan analisis BRIDS yang menunjukkan harga saham masih berada dalam tren bullish. Saham ini berhasil menembus resistance minor di level 1.550 dan berpotensi melanjutkan penguatan ke 1.700-1.720. Sektor energi dan petrokimia yang menjadi fokus CUAN mendapat dukungan dari kebijakan hilirisasi pemerintah.

RATU (PT Rukun Raharja Tbk) – Target 6.750
RATU berpotensi melanjutkan tren naik dengan target 6.750 berdasarkan pola teknikal yang mengindikasikan momentum positif berkelanjutan. Saham ini naik 2,18 persen ke 5.850 pada perdagangan terakhir dengan rekomendasi beli pada rentang 5.550-5.800, target harga 6.225-6.525, dan stop loss di bawah 5.275. Sektor consumer goods yang diwakili RATU mendapat dukungan dari pemulihan daya beli masyarakat.

Kombinasi momentum teknikal yang kuat, dukungan fundamental yang solid, dan katalis makroekonomi yang positif membuat ketiga saham ini menjadi pilihan strategis untuk memanfaatkan potensi penguatan IHSG menuju level 8.124. Investor disarankan menerapkan strategi buy on weakness dengan tetap memperhatikan level stop loss yang telah ditetapkan untuk mengelola risiko dengan optimal.

More From Author

Diam-diam Menguasai, BlackRock & Vanguard Borong Saham Emiten Raksasa Indonesia

Purbaya Effect: Kebangkitan Emiten Rokok di Tengah Proyeksi Penurunan Cukai 2026

ASA Media
ASA Media

Video Pilihan