Jakarta, INVESTOR IDN– Saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) terpantau berada di zona hijau sejak listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) Selasa, 23 September 2025 kemarin. Pada perdagangan hari ini, Rabu 24 September 2025, saham EMAS naik 1,11 persen ke posisi Rp3.640. Dengan harga tersebut, saham EMAS saat ini telah menguat 26,4 persen dari harga IPO yang dipatok Rp2.880 per saham.
Kenaikan harga saham EMAS ini turut mengerek harta kekayaan Garibaldi Thohir alias Boy Thohir. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), Boy Thohir tercatat menggenggam 905.037.245 lembar saham EMAS atau setara 5,59 persen. Artinya, saat ini Boy Thohir mengantongi tambahan kekayaan sekitar Rp687,83 miliar dari kepemilikan saham EMAS berdasarkan harga penutupan Rabu, 24 September 2025.
Perusahaan induk sekaligus pemegang saham terbesar yakni PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), menguasai 9,13 miliar lembar saham atau 56,46%. Nilai kepemilikan mereka naik dari Rp26,3 triliun menjadi Rp33,2 triliun, bertambah hampir Rp6,94 triliun. Asal tahu saja, Boy Thohir juga tercatat sebagai pemegang saham MDKA dengan porsi 7,46%.
Pemegang Saham Lain
Selain Boy Thohir, Winato Kartono menggenggam 1,35 miliar lembar saham (8,36%) dengan kenaikan nilai dari Rp3,89 triliun menjadi Rp4,92 triliun, atau bertambah Rp1,03 triliun. Selanjutnya, Hardi Wijaya Liong memiliki 579 juta lembar (3,58%), dengan nilai naik dari Rp1,67 triliun ke Rp2,11 triliun.
PT Unitras Kapital Indonesia menguasai 287 juta lembar (1,77%), yang nilainya meningkat dari Rp826 miliar ke Rp1,04 triliun. Lalu, Edi Permadi dan PT Nugraha Eka Kencana masing-masing memiliki 195 juta lembar (1,21%), dengan kenaikan nilai dari Rp562 miliar ke Rp711 miliar. PT Elias Aldana Manajemen menggenggam 130 juta lembar (0,81%), naik dari Rp376 miliar ke Rp476 miliar.
Pemegang saham lainnya, Santoso Kartono memiliki 183 juta lembar (1,13%) dengan nilai bertambah Rp139 miliar menjadi Rp665 miliar, sedangkan Sakti Wahyu Trenggono tercatat menggenggam 78 juta lembar (0,48%) yang nilainya naik ke Rp285 miliar. Koperasi Unit Desa Dharma Tani juga ikut mencatat kenaikan, dari Rp210 miliar menjadi Rp266 miliar, lewat kepemilikan 73 juta lembar (0,45%).
Ritel Cuan Berapa?
Selain itu, saham treasury perseroan sebanyak 1,45 miliar lembar (8,95%) kini bernilai Rp5,28 triliun, bertambah Rp1,09 triliun dari level IPO. Adapun porsi publik atau masyarakat sebanyak 1,62 miliar lembar (10%) melonjak nilainya dari Rp4,66 triliun menjadi Rp5,90 triliun, naik sekitar Rp1,25 triliun.

