blank

Membuka Era Baru Keberlanjutan: Strategi ESG 2025 ala Caroline CEO Asamedia

Jakarta, INVESTOR IDN– Dalam lanskap bisnis global yang kian dinamis, perusahaan di Indonesia menghadapi tuntutan baru yang merubah cara mereka berkomunikasi tentang keberlanjutan. Caroline, CEO Asamedia, yang berpengalaman luas dalam komunikasi dan strategi keberlanjutan, menggarisbawahi perubahan besar dalam pendekatan korporasi terhadap isu Environmental, Social, and Governance (ESG) pada tahun 2025.

Bagi Caroline, ESG bukan hanya tambahan formalitas dalam laporan perusahaan, melainkan inti dari strategi komunikasi yang autentik dan bermakna. Melalui Asamedia, ia mendorong korporasi Indonesia untuk menyampaikan komitmen keberlanjutan mereka dengan transparansi dan kedalaman yang meningkatkan kepercayaan pemangku kepentingan.

Regulasi ESG yang terus berkembang telah mengubah wajah laporan tahunan dan keberlanjutan perusahaan. Dampaknya nyata: perusahaan dituntut mengungkapkan dampak lingkungan dan sosial secara terperinci, serta risiko yang berpotensi mempengaruhi bisnis mereka. Caroline menegaskan bahwa regulasi ini bukan sekadar kewajiban, melainkan refleksi komitmen bisnis yang bertanggung jawab.

Dalam implementasinya, perusahaan harus mengadopsi tiga prinsip utama yang Caroline soroti: transparansi tinggi, pengungkapan risiko ESG secara jelas, dan penggunaan indikator kinerja ESG sebagai standar laporan. Ini membuka peluang bagi perusahaan untuk bukan hanya mematuhi regulasi, tapi juga memperkuat reputasi mereka melalui narasi keberlanjutan yang kuat.

Caroline juga menekankan pentingnya dimensi lingkungan dan sosial dalam komunikasi ESG. Perusahaan yang aktif mengomunikasikan upaya pengurangan emisi karbon dan pemberdayaan masyarakat memperoleh apresiasi lebih besar. Narasi yang mengangkat keberlanjutan lingkungan dan sosial menempatkan perusahaan sebagai agen solusi, sekaligus membangun hubungan erat dengan publik.

Namun, ia tidak menutupi tantangan yang masih dihadapi, terutama persepsi negatif yang kadang melekat pada ESG sebagai beban regulasi yang mahal. Caroline percaya bahwa dengan strategi komunikasi yang tepat, perusahaan dapat bertransformasi dan memanfaatkan ESG sebagai alat pencipta nilai jangka panjang, memperkuat daya saing di pasar global.

Melalui kepemimpinan Caroline di Asamedia, banyak perusahaan terbantu merancang komunikasi keberlanjutan yang efektif dan memenuhi standar regulator seperti POJK 51/2017 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan. Fokusnya pada narasi yang autentik dan relevan memberikan nilai lebih bagi sektor korporasi yang terus berkembang.

Transformasi komunikasi keberlanjutan yang didorong oleh regulasi ESG membuka era baru bagi korporasi Indonesia. Bagi mereka yang siap, ini adalah kesempatan emas untuk membangun kepercayaan, memperkuat reputasi, dan menciptakan dampak positif berkelanjutan bagi semua pemangku kepentingan.

More From Author

Designed by Freepik

Rekor Emas Global USD 3.800 per oz, Bagaimana Emiten BRMS, MDKA, hingga HRTA Bereaksi di Bursa?

blank

Merdeka Gold Resources (EMAS) Mulai Penambangan Pertama di Proyek Emas Pani

blank
ASA Media
ASA Media

Video Pilihan