Jakarta, Investor IDN –PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) akan membagikan dividen jumbo kepada pemegang saham dengan yield mencapai 9,3%. Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada awal Mei 2026 menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp198,75 per saham, menjadikannya salah satu bank daerah dengan dividen tertinggi di bursa tahun ini.
Dengan harga saham BJTM yang berkisar di level Rp2.100–2.200 per lembar, dividen tersebut setara dengan yield dividen sekitar 9,3% — jauh di atas rata-rata dividen bank BUKU lainnya yang berkisar 4-6%. Cum dividen dijadwalkan pada 15 Mei 2026, sementara pembayaran akan dilakukan pada 5 Juni 2026. Total dividen yang dibagikan mencapai sekitar Rp3,1 triliun atau 85% dari laba bersih perseroan tahun buku 2025.
Bank Jatim mencatatkan laba bersih sebesar Rp3,65 triliun pada 2025, tumbuh 12,4% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini didorong oleh ekspansi kredit produktif dan efisiensi biaya operasional melalui digitalisasi layanan. Rasio kredit bermasalah (NPL) terjaga di level 2,1%, lebih baik dari rata-rata industri perbankan nasional.
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) atau Bank Jatim merupakan bank pembangunan daerah yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Bank ini telah melantai di Bursa Efek Indonesia sejak 2012 dengan kode emiten BJTM. Perusahaan fokus pada layanan perbankan ritel dan korporasi di wilayah Jawa Timur, dengan jaringan kantor yang tersebar di 38 kabupaten/kota.
Ke depan, manajemen Bank Jatim optimistis kinerja keuangan akan terus membaik seiring dengan pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang ditargetkan di atas 5,5% pada 2026. Kebijakan dividen yang tinggi ini diproyeksikan masih akan berlanjut, didukung oleh permodalan yang kuat dengan rasio CAR di atas 24%.

