Jakarta, Investor IDN –PT Singaraja Putra Tbk (SINI) menargetkan perolehan dana segar hingga Rp3,6 triliun melalui aksi rights issue. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) milik konglomerat Prajogo Pangestu siap menjadi pembeli siaga dengan potensi injeksi dana hingga Rp474,7 miliar.
Manajemen SINI tengah berkoordinasi dengan pemegang saham utama dan pihak-pihak terkait untuk memastikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD). Rights issue ini akan menerbitkan 712,5 juta saham baru atau setara 148,13 persen dari total saham yang beredar saat ini.
CUAN melalui anak usahanya PT Kreasi Jasa Persada (KJP) yang memegang 19,74 persen saham SINI atau sebanyak 94,94 juta saham dipastikan akan mengeksekusi haknya. Dengan asumsi harga pelaksanaan Rp5.000 per saham, KJP diperkirakan menginjeksi dana sekitar Rp474,7 miliar ke SINI.
\”Berdasarkan informasi yang diterima dari CUAN, perseroan melalui PT Kreasi Jasa Persada atau afiliasinya akan melaksanakan haknya dalam PMHMETD mendatang,\” kata Direktur Utama SINI Amir Antolis dalam keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia.
SINI merupakan emiten jasa kepelabuhanan yang tercatat di BEI. Pemegang saham utamanya meliputi PT Autum Prima Indonesia dengan 30 persen, Batubara Development Pte Ltd 15,49 persen, dan Hapsoro selaku pengendali utama dengan 9 persen saham. Sementara CUAN adalah perusahaan holding energi dan pertambangan milik Prajogo Pangestu yang juga menguasai produsen batu bara PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO).
Dalam perdagangan pekan lalu, harga saham SINI ditutup di level Rp14.600. Saham emiten tersebut terkoreksi 19 persen dalam sepekan dan 23,96 persen dalam tiga bulan terakhir. Rights issue diharapkan dapat memperkuat struktur permodalan perseroan untuk ekspansi bisnis ke depan.

