Jakarta, Investor-idn.com – PT PP Presisi Tbk (PPRE) membukukan rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1,46 triliun pada laporan keuangan auditan penuh tahun buku 2025. Realisasi kinerja tersebut berbanding terbalik dengan capaian tahun buku 2024, di mana perseroan masih mampu mencetak laba bersih senilai Rp90,33 miliar.
Balik arahnya kinerja keuangan emiten konstruksi dan jasa pertambangan ini dipicu oleh lonjakan tajam pada pos pengeluaran operasional di akhir tahun. PPRE sebenarnya mencatatkan pertumbuhan pendapatan usaha sebesar 4,09 persen secara tahunan menjadi Rp3,94 triliun dibandingkan posisi akhir tahun sebelumnya yang sebesar Rp3,79 triliun. Namun, kenaikan pendapatan tersebut tidak mampu mengompensasi pembengkakan beban pokok pendapatan yang melonjak drastis dari Rp3,01 triliun pada 2024 menjadi Rp4,07 triliun pada pengujung 2025.
Akibat lonjakan beban pokok yang melebihi total pendapatan tersebut, PPRE harus rela menderita rugi kotor sebesar Rp128,76 miliar, merosot tajam dari posisi laba kotor tahun 2024 yang masih mengantongi Rp778,21 miliar. Kondisi ini secara otomatis menekan laba per saham perseroan ke teritori negatif, di mana rugi dasar per saham PPRE bertengger di angka Rp143,06 per lembar, berbanding terbalik dari laba per saham periode sebelumnya yang bernilai Rp8,84 per lembar.
Tekanan pada pos laba rugi ini turut menggerus postur neraca keuangan perseroan per 31 Desember 2025. Total aset PPRE tercatat menyusut menjadi Rp6,77 triliun dari posisi akhir 2024 yang mencapai Rp7,64 triliun. Penurunan aset ini terjadi seiring dengan merosotnya total ekuitas perusahaan menjadi Rp2,13 triliun dari sebelumnya Rp3,49 triliun, sementara pos total liabilitas atau utang terpantau merangkak naik menjadi Rp4,64 triliun dari posisi akhir tahun sebelumnya sebesar Rp4,15 triliun.

