Investor-idn.com – PT Asuransi Harta Aman Pratama Tbk (AHAP) mendapat lampu hijau dari pemegang saham untuk menggelar Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue.
Persetujuan itu diperoleh dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 2 Juli 2026. Dalam rapat tersebut, sebanyak 3,12 miliar saham atau 63,68% dari total suara hadir dan memberikan dukungan terhadap rencana aksi korporasi perseroan.
Berdasarkan prospektus yang dikutip IDX Channel, AHAP berencana menerbitkan maksimal 3,5 miliar saham baru. Harga pelaksanaan HMETD dipatok Rp50 per saham, sehingga dana segar yang berpotensi dihimpun mencapai Rp175 miliar.
Agenda rapat juga mencakup perubahan anggaran dasar terkait struktur permodalan dalam rangka rights issue. Selain itu, pemegang saham memberi kuasa kepada direksi untuk menetapkan detail teknis aksi korporasi, termasuk jumlah pasti saham yang diterbitkan, rasio HMETD, dan harga pelaksanaan.
Rights issue AHAP menjadi penting karena industri asuransi sedang menghadapi kebutuhan penguatan modal. Dalam pemberitaan sebelumnya, perseroan menyebut rencana penambahan modal disiapkan untuk memenuhi ketentuan permodalan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), termasuk POJK 23/2023.
Bagi pemegang saham, rights issue selalu membawa dua sisi. Di satu sisi, dana baru dapat memperkuat struktur permodalan dan membuka ruang pertumbuhan. Di sisi lain, investor perlu menghitung potensi dilusi apabila tidak menebus haknya, terutama karena jumlah saham baru yang disiapkan mencapai 3,5 miliar lembar.
Pasar selanjutnya akan menunggu detail final dari AHAP, terutama rasio HMETD, jadwal perdagangan rights, penggunaan dana, serta seberapa kuat aksi korporasi ini mampu menjawab kebutuhan modal perseroan dalam jangka menengah.

