Jakarta, Investor-idn.com – PT Berlina Tbk (BRNA) menyiapkan aksi korporasi besar melalui penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) III. Bagi pemegang saham, rencana ini bukan sekadar penambahan saham baru, melainkan upaya memperbaiki struktur neraca perseroan.
BRNA berencana menerbitkan maksimal 543.950.000 saham baru, setara 55,56% dari modal ditempatkan, dengan harga pelaksanaan Rp685 per saham. Rasio HMETD ditetapkan 9:5, sehingga setiap sembilan saham lama memberi hak membeli lima saham baru.
Selain saham baru, perseroan juga menyiapkan penerbitan hingga 181.316.667 Waran Seri I secara gratis. Waran tersebut memiliki harga pelaksanaan Rp800 per saham dan, jika seluruhnya dieksekusi, berpotensi menambah dana hingga sekitar Rp145,05 miliar.
Dari sisi rencana penggunaan dana, aksi ini diarahkan untuk modal kerja. Proyeksi proforma menunjukkan kas perseroan berpotensi meningkat Rp169,29 miliar, utang pemegang saham turun Rp203,31 miliar, dan ekuitas naik Rp372,61 miliar.
Angka yang paling relevan bagi investor adalah perubahan rasio leverage. Setelah aksi korporasi, leverage BRNA diproyeksikan turun dari 1,22 kali menjadi 0,74 kali. Jika berjalan sesuai rencana, struktur permodalan perseroan bisa menjadi lebih lega untuk menopang aktivitas usaha.
Namun, rights issue tetap membawa konsekuensi. Pemegang saham yang tidak mengeksekusi haknya berpotensi terdilusi hingga 35,71%. Karena itu, investor perlu menimbang dua sisi sekaligus: potensi perbaikan neraca dan risiko penurunan porsi kepemilikan.
RUPS terkait rencana ini dijadwalkan diumumkan pada 29 Juli 2026 dan dilaksanakan pada 5 Agustus 2026. Sampai tahap itu, pasar akan menunggu kepastian persetujuan pemegang saham, harga pelaksanaan final, serta komitmen eksekusi dari investor strategis maupun pemegang saham utama.
