Investor-idn.com – PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) menuntaskan pelunasan Sukuk Mudharabah I Tahap I Seri A senilai Rp38,29 miliar pada 13 Juli 2026. Bagi pasar, disiplin pembayaran surat utang menjadi sinyal penting di tengah kebutuhan pendanaan emiten perkebunan.
Nilai pelunasan lengkap tercatat Rp38.299.922.881, mencakup pokok dan bagi hasil keempat sukuk. Pembayaran dilakukan satu hari setelah tanggal jatuh tempo karena 12 Juli 2026 bertepatan dengan hari libur.
BWPT menyebut tidak ada surat utang yang jatuh tempo pada semester II 2026. Posisi ini memberi ruang napas bagi perseroan untuk mengelola likuiditas tanpa tekanan refinancing jangka sangat pendek.
Dari sisi kas, posisi kas dan setara kas BWPT per 31 Maret 2026 tercatat Rp297,1 miliar. Dengan nilai sukuk Rp38,3 miliar, pelunasan tersebut setara sekitar 13% dari kas yang tersedia pada akhir kuartal I 2026.
Yang membuat cerita BWPT tidak berhenti pada pelunasan sukuk adalah rencana pendanaan berikutnya. Perseroan masih membuka opsi penerbitan obligasi dan sukuk berkelanjutan hingga Rp2,5 triliun, bergantung pada kondisi pasar dan kebutuhan pendanaan.
Dana dari penerbitan baru, jika dieksekusi, diarahkan untuk modal kerja seperti pembelian tandan buah segar, crude palm oil, dan pupuk. Ini membuat isu pendanaan BWPT langsung terkait dengan siklus operasional, bukan sekadar penggantian utang.
Bagi investor, fokus berikutnya adalah biaya dana dan timing penerbitan. Pelunasan tepat waktu memperbaiki persepsi kredit, tetapi penerbitan baru dalam skala besar tetap harus dibaca bersama kemampuan perseroan menjaga arus kas dan margin di bisnis sawit.

