Jakarta, nvestor-idn.com – Struktur pemegang saham PT Bach Multi Global Tbk (BACH) berubah cepat setelah perseroan masuk bursa. PT Global Telekomunikasi Prima resmi menjadi pemegang saham pengendali baru dengan kepemilikan 51%.
Perubahan ini menjadi perhatian karena terjadi kurang dari sepekan setelah BACH mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia pada 8 Juli 2026. Harga transaksi pelaksanaan opsi juga berada di Rp442 per saham, sama dengan harga penawaran umum perdana atau IPO perseroan.
Berdasarkan keterbukaan BACH kepada Otoritas Jasa Keuangan tertanggal 14 Juli 2026 yang dirangkum IPOTNEWS, Global Telekomunikasi Prima memperoleh tambahan 1.042.227.300 saham melalui pelaksanaan efek bersifat ekuitas dalam rangka perjanjian opsi.
Setelah transaksi tersebut, kepemilikan Global Telekomunikasi Prima naik dari 25,48% menjadi 2.083.059.300 saham atau 51% hak suara. Dalam suratnya, perusahaan itu menyatakan akan tetap mempertahankan status sebagai pemegang saham pengendali BACH.
Di sisi lain, PT Bach Multi Sukses Investama melepas 1.042.227.300 saham pada harga yang sama. Kepemilikannya turun dari 52,28% menjadi 1.093.268.700 saham atau 26,77%, sehingga tidak lagi berstatus sebagai pemegang saham pengendali.
Perubahan pengendali itu berjalan berdekatan dengan transaksi negosiasi jumbo saham BACH di BEI. IPOTNEWS mencatat nilai transaksi negosiasi mencapai Rp921,7 miliar dengan total perpindahan 2.084.455.000 saham dalam empat kali transaksi, seluruhnya pada harga rata-rata Rp442 per saham.
Bagi investor, isu utamanya bukan hanya siapa pengendali baru, tetapi apa konsekuensinya terhadap arah bisnis setelah IPO. Pergantian pengendali pada fase awal perdagangan biasanya membuat pasar menunggu penjelasan lebih lanjut soal strategi, tata kelola, dan komitmen pemegang saham utama.
Sampai saat ini belum ada proyeksi dampak transaksi terhadap kinerja keuangan BACH. Karena itu, perubahan ini lebih tepat dibaca sebagai sinyal struktur kepemilikan yang berubah, bukan jaminan perubahan fundamental dalam waktu dekat.

