Isi artikelnya maksudku 3:31 PM RAPBN 2027 Jadi Katalis Emiten Tambang hingga Infrastruktur Masuk Radar Pasar

Belanja Pemerintah Makin Besar, Emiten Bursa Mana Saja yang Berpotensi Diuntungkan?

Jakarta, Investor-idn.com – Rancangan belanja negara dalam RAPBN 2027 mulai dibaca pelaku pasar sebagai salah satu katalis bagi sejumlah emiten di Bursa Efek Indonesia. Pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto menyiapkan belanja sebesar Rp4.097,2 triliun, atau untuk pertama kalinya menembus level Rp4.000 triliun.

Besaran anggaran itu disampaikan Prabowo dalam pidato RAPBN 2027 dan Nota Keuangan di hadapan DPR pada Jumat, 14 Agustus 2026. Dari sudut pandang pasar saham, arah belanja pemerintah tersebut berpotensi memberi sentimen bagi beberapa sektor, mulai dari pertambangan, kendaraan listrik, baterai, perkebunan sawit, perbankan, hingga infrastruktur.

Bagi emiten komoditas, RAPBN 2027 menjadi penting karena pemerintah diperkirakan masih menjaga fokus pada penguatan sektor strategis. Di pertambangan, nama PT Timah, PT Aneka Tambang, dan Bumi Resources masuk dalam daftar emiten yang disebut berpeluang mendapat manfaat dari arah kebijakan tersebut.

Direktur sekaligus pendiri Alphagate Capital, Henry Wibowo, menilai penertiban tambang ilegal dan perbaikan transparansi data ekspor komoditas melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia dapat menjadi faktor pendukung bagi sektor pertambangan.

DSI sebelumnya disebut hanya menjalankan fungsi pengawasan ekspor. Lembaga tersebut tidak berwenang mengatur ataupun mengendalikan ekspor komoditas strategis.

Dari sektor kendaraan listrik dan baterai, pelaku pasar juga mencermati rencana insentif untuk sekitar 1 juta kendaraan listrik produksi dalam negeri. Kebijakan ini dapat menjadi sentimen bagi emiten yang memiliki eksposur ke ekosistem kendaraan listrik dan baterai.

Beberapa perusahaan yang disebut berpotensi terdorong oleh kebijakan tersebut antara lain PT Indika Energy, PT VKTR Teknologi Mobilitas, PT TBS Energi Utama, dan PT Merdeka Battery Materials.

Sementara itu, agenda pengurangan impor minyak dan peningkatan produksi biodiesel tetap menjadi perhatian dalam RAPBN 2027. Setelah program B50 berjalan tahun ini, pemerintah disebut akan melanjutkan pengembangan energi terbarukan pada tahun depan.

Bagi emiten sawit, arah kebijakan biodiesel berpotensi menjadi sentimen bagi PT Astra Agro Lestari, PT Eagle High Plantations, PT Salim Ivomas Pratama, dan PT Sinar Mas Agro Resources and Technology. Di energi terbarukan, nama PT Barito Renewables Energy, PT Pertamina Geothermal Energy, dan PT TBS Energi Utama turut masuk radar.

Sektor perbankan juga tidak lepas dari perhatian pasar. Jika investasi asing kembali masuk dan pertumbuhan ekonomi 2027 menguat, bank-bank besar seperti PT Bank Central Asia, PT Bank Negara Indonesia, dan PT Bank Mandiri dinilai berada pada posisi yang dapat ikut menangkap momentum tersebut.

Di sektor infrastruktur, rencana pembangunan Giant Sea Wall sepanjang 575 kilometer di pesisir utara Jawa menjadi salah satu agenda yang dipantau investor. Proyek besar ini disebut dapat membuka peluang bagi emiten konstruksi seperti PT Adhi Karya, PT PP, dan PT Wijaya Karya Beton, serta produsen semen seperti PT Semen Indonesia dan PT Indocement Tunggal Prakarsa.

Namun, peluang tersebut tidak merata untuk semua sektor. Emiten batu bara justru diperkirakan menghadapi tekanan pada 2027, seiring rencana beroperasinya Bursa Mineral dan Komoditas Strategis. Bursa tersebut dipandang sebagai instrumen pemerintah untuk mengendalikan harga komoditas, termasuk batu bara.

More From Author

CEO dan Komut WIKA Beton

WIKA Beton Buka Suara soal Volatilitas Saham, Kinerja Semester I Tetap Menjaga Momentum

blank
Family Office
Family Office

Video Pilihan