Goto

Saham Paling Dicari Investor di 2026: BBCA, BBRI, TLKM, ANTM hingga GOTO Jadi Incaran

Jakarta, Investor IDN – Sepanjang 2026, minat investor di pasar saham Indonesia banyak terkonsentrasi pada saham-saham berfundamental kuat di sektor perbankan, telekomunikasi, tambang–energi, serta teknologi digital. Berbagai data dan riset merekam bahwa nama-nama seperti BBCA, BBRI, TLKM, ANTM, ADRO hingga GOTO termasuk dalam jajaran saham yang paling sering diburu dan dibicarakan investor tahun ini.

Di sektor perbankan, Bank Central Asia (BBCA) dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI) tetap menjadi primadona. BBCA kerap dipandang sebagai bank dengan fundamental terkuat di Tanah Air, ditopang kualitas aset yang terjaga, manajemen risiko yang disiplin, serta posisi dominan di perbankan ritel. Saham ini banyak diburu investor yang mencari kombinasi stabilitas dan pertumbuhan jangka menengah-panjang. Sementara itu BBRI menonjol lewat fokus pada segmen UMKM dan jaringan mikro yang mengakar hingga ke pelosok, membuat kinerja laba perseroan tetap tumbuh dan menjadikannya salah satu saham yang paling sering masuk daftar “paling diburu” sepanjang 2026. Bank besar lain seperti BMRI dan BBNI juga masih ramai dikoleksi sebagai bagian strategi diversifikasi di klaster perbankan.

Dari sisi telekomunikasi dan digital, Telkom Indonesia (TLKM) berada di garis depan sebagai saham yang banyak dicari investor. Perseroan dinilai menjadi tulang punggung infrastruktur digital nasional, mulai dari layanan seluler, fixed broadband, sampai bisnis data center dan cloud. Transformasi ke bisnis digital dan layanan berbasis data membuat TLKM banyak diposisikan sebagai pilihan jangka panjang di tengah tren digitalisasi ekonomi. Di sisi lain, saham-saham ekosistem teknologi lain seperti GOTO kembali dilirik setelah sempat melewati fase fluktuasi tajam. Prospek pertumbuhan di ekosistem ride-hailing, e-commerce dan layanan keuangan digital menjadikan GOTO menarik bagi investor agresif yang siap menghadapi volatilitas tinggi.

Sektor tambang dan energi juga menjadi magnet besar di 2026. Aneka Tambang (ANTM) menjadi salah satu yang paling sering masuk radar karena terpapar dua komoditas strategis sekaligus, yaitu emas dan nikel. Emas kembali diburu sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian global, sementara nikel menjadi kunci pengembangan baterai kendaraan listrik dan hilirisasi mineral di Indonesia. Kombinasi ini membuat ANTM kerap masuk watchlist investor yang ingin bermain di tema transisi energi dan kendaraan listrik. Adaro Energy (ADRO) turut menempati posisi penting di klaster energi. Meski dunia mendorong transisi energi, permintaan batu bara masih bertahan, dan ADRO dinilai memiliki kinerja keuangan solid, potensi dividen menarik, serta strategi diversifikasi ke bisnis energi terintegrasi. Hal ini membuat saham ADRO tetap banyak diburu di tengah dinamika harga batu bara.

Di luar empat nama utama tersebut, analis juga menyoroti saham-saham lain yang tidak kalah diminati seperti beberapa emiten kesehatan dan konsumsi siklikal. Sektor kesehatan dipandang defensif namun tetap bertumbuh seiring meningkatnya belanja kesehatan masyarakat, sedangkan sektor konsumsi diuntungkan oleh pemulihan daya beli dan prospek laba yang membaik, dengan sejumlah emiten otomotif, ritel modern dan consumer goods kerap muncul dalam rekomendasi. Secara keseluruhan, saham paling dicari investor di 2026 didominasi kombinasi saham blue chip stabil seperti BBCA, BBRI dan TLKM, emiten komoditas dan energi seperti ANTM dan ADRO, serta nama-nama teknologi dan digital seperti GOTO yang menawarkan potensi pertumbuhan jangka panjang. Bagi investor ritel, pola ini mengisyaratkan bahwa pasar masih menempatkan fokus pada fundamental kuat, sambil memburu peluang di tema besar digitalisasi dan transisi energi yang diperkirakan akan terus relevan dalam beberapa tahun ke depan.

More From Author

Wall Street 2026

Bursa Saham Global Rebound di Awal April 2026, Relief Rally atau Awal Tren Bullish Baru?

Indonesia Investment Authority

Kinerja INA 2026: Aset Kelolaan Tumbuh, Investasi Mengalir ke Data Center & Energi Hijau

blank
Family Office
Family Office

Video Pilihan