Jakarta, Investor IDN – PT PAM Mineral Tbk (NICL) mengoreksi keterbukaan informasi terkait rencana pembayaran dividen tunai untuk tahun buku 2026 melalui surat nomor 030/PAM-Mineral/TBK/JKT/Corsec/V/2026 yang diterbitkan pada 7 Mei 2026. Koreksi ini merupakan revisi dari surat sebelumnya nomor 029/PAM-Mineral/TBK/JKT/Corsec/V/2026 tanggal 6 Mei 2026 yang menyatakan rencana dividen tunai tanpa menyebutkan nilai nominal secara eksplisit.
Dalam dokumen koreksi, NICL menyatakan bahwa perseroan akan membagikan dividen tunai kepada pemegang saham berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang akan dilaksanakan. Meskipun surat koreksi tidak mencantumkan jumlah dividen per saham, data historis menunjukkan bahwa untuk tahun buku 2025, NICL telah membagikan dividen tunai interim sebesar Rp 83,99 per saham dengan total payout sebesar Rp 800 juta dan rasio payout sebesar 68,9% dari laba bersih.
Informasi tersebut mencerminkan konsistensi kebijakan dividen perseroan yang cenderung memberikan retour kepada pemegang saham melalui distribusi laba. Nilai total dividen yang disebutkan dalam laporan keuangan terkait tercantum sebagai bagian dari aktiva yang akan didistribusikan, terlihat dalam pos laba belum didistribusi yang mencukupi untuk mendukung pembayaran tersebut.
Investor diharapkan menunggu pengumuman selanjutnya dari NICL yang akan merinci jadwal penting termasuk tanggal pencatatan (record date), tanggal ex-dividen, dan tanggal pembayaran (payment date). Jangka waktu pendistribusian dividen biasanya dilakukan tidak lama setelah RUPS memberikan persetujuan akhir atas penggunaan laba bersih.
Koreksi keterbukaan informasi ini menunjukkan komitmen NICL untuk mematuhi standar keterbukaan yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI), terutama mengenai keakuratan dan ketimpaan informasi yang sebelumnya mungkin kurang jelas. Transparansi yang ditingkatkan melalui koreksi surat ini diharapkan dapat mengurangi spekulasi dan memberikan klarifikasi kepada pasar mengenai kebijakan dividen perseroan untuk periode terkini.

