PT Janu Putra Sejahtera Tbk (AYAM) mencatatkan penurunan jumlah pemegang saham sebesar 1,85% pada Maret 2026. Meski demikian, Haji Singgih Januratmoko tetap bertahan sebagai pengendali tunggal dengan kepemilikan 76,55% atau setara 3,06 miliar saham perseroan.
Berdasarkan data keterbukaan informasi, Haji Singgih tercatat menjual 74.074.000 saham AYAM pada 25 Maret 2026. Transaksi ini yang menyebabkan penurunan porsi kepemilikannya dari sebelumnya. Namun porsi tersebut masih menjadikannya sebagai pengendali utama dengan kendali mutlak atas operasional perseroan.
Pelepasan saham oleh pengendali ini dapat dimaknai sebagai aksi ambil untung atau penyesuaian portofolio. Di sisi lain, struktur kepemilikan yang masih sangat terkonsentrasi membuat likuiditas saham AYAM relatif rendah dan pergerakan harga sangat dipengaruhi oleh aksi para pemegang saham utama.
PT Janu Putra Sejahtera Tbk (AYAM) merupakan perusahaan peternakan dan rumah potong ayam (RPA) yang berdiri sejak 2017. Perusahaan memproduksi daging ayam segar dan olahan untuk memenuhi kebutuhan protein hewani nasional dan mencatatkan sahamnya di BEI pada 2023.
Ke depan, investor perlu mencermati aksi lanjutan dari pengendali saham AYAM. Jika pelepasan saham berlanjut, bukan tidak mungkin free float akan meningkat dan membuka peluang bagi investor baru untuk masuk.

