Saham INCI

Dividen INCI Yield 10%, Tertinggi di Sektor Kimia

Jakarta, Investor IDN – PT Intanwijaya Internasional Tbk (INCI) resmi mengumumkan pembagian dividen tunai sebesar Rp20 per saham untuk tahun buku 2025, dengan total nilai mencapai Rp4,15 miliar. Keputusan ini disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang digelar 26 Mei 2026, menandai komitmen emiten produsen lem dan resin berbasis formalin ini untuk tetap membagikan dividen meski nilainya turun dibanding tahun sebelumnya.

Dividen tahun buku 2025 ini turun drastis 43% dari Rp35 per saham yang dibagikan untuk tahun buku 2024, meski laba bersih 2025 justru naik tipis menjadi Rp27,33 miliar. Penurunan dividen ini mencerminkan strategi manajemen untuk menahan lebih banyak laba guna penguatan modal kerja dan antisipasi ekspansi kapasitas produksi di tengah persaingan ketat industri kimia dasar.

Jadwal pembagian dividen INCI untuk tahun buku 2025 sudah dirilis lengkap. Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 4 Juni 2026, sementara ex dividen pada 5 Juni 2026. Untuk pasar tunai, cum dividen dijadwalkan 8 Juni 2026 dan ex dividen 9 Juni 2026. Recording date atau tanggal pencatatan Daftar Pemegang Saham yang berhak menerima dividen adalah 8 Juni 2026 pukul 16.00 WIB, dengan pembayaran dividen dijadwalkan cair pada 23 Juni 2026.

Artinya, investor yang ingin kebagian dividen INCI wajib sudah masuk atau memiliki saham paling lambat 4 Juni 2026 di pasar reguler atau negosiasi. Setelah tanggal tersebut, saham INCI akan diperdagangkan tanpa hak dividen atau ex dividen, sehingga pembeli baru tidak lagi berhak atas dividen tahun buku 2025 ini.

Kinerja INCI sepanjang 2025 menunjukkan stabilitas meski masih menghadapi tekanan dari volatilitas harga bahan baku. Di kuartal ketiga 2025, perseroan membukukan pendapatan Rp275,3 miliar dengan laba bersih Rp19,2 miliar, naik dibanding periode sama tahun 2024 yang hanya Rp16,7 miliar. Pertumbuhan laba ini didorong oleh efisiensi operasional dan penguatan permintaan dari sektor konstruksi serta furniture yang mulai pulih pasca pandemi.

Secara keseluruhan tahun 2025, INCI mencatatkan laba bersih sekitar Rp27,33 miliar dengan pendapatan yang tumbuh 5% year-on-year. Namun, dividend payout ratio turun menjadi sekitar 15,2% dari laba bersih, jauh lebih rendah dibanding tahun 2024 yang mencapai 28,3%. Keputusan ini menunjukkan bahwa manajemen memilih strategi konservatif dengan memprioritaskan reinvestasi untuk pertumbuhan jangka panjang ketimbang memberikan imbal hasil maksimal kepada pemegang saham.

INCI yang bergerak di industri manufaktur formalin, perekat kayu berbasis urea formaldehyde, dan berbagai produk turunan formalin lainnya, menghadapi tantangan dari kenaikan harga bahan baku impor dan pelemahan rupiah yang berdampak pada struktur biaya produksi. Namun, kemampuan perusahaan untuk tetap membukukan laba positif dan membagikan dividen di tengah kondisi makro yang menantang menjadi sinyal bahwa fundamental bisnis masih sehat.

Dengan harga saham INCI yang bergerak di kisaran Rp200 per saham pada akhir Mei 2026, dividend yield yang ditawarkan berada di rentang 10%, angka yang sangat menggiurkan dibanding rata-rata yield emiten sektor kimia yang biasanya di bawah 5%. Yield tinggi ini menjadi daya tarik tersendiri bagi investor yang mencari kombinasi antara stabilitas dividen dan potensi capital gain dari saham small cap yang valuasinya masih menarik.

Momentum dividen biasanya mendorong minat beli jangka pendek di pasar, terutama menjelang cum date. Investor yang ingin memanfaatkan dividen yield tinggi bisa masuk sebelum 4 Juni 2026, sementara investor jangka panjang perlu mencermati strategi manajemen ke depan terkait alokasi laba dan rencana ekspansi yang bisa mendukung pertumbuhan dividen di tahun-tahun mendatang.

Catat jadwal cum dividen 4 Juni 2026 dan pantau pergerakan harga INCI dalam minggu ini. Biasanya, harga saham akan mengalami koreksi teknikal setelah ex dividen pada 5 Juni 2026, namun bagi yang sudah masuk sebelum cum date, dividen Rp20 per saham sudah aman di kantong dan akan cair pada 23 Juni 2026.

More From Author

Saham NRCA

NRCA Bagikan Dividen Rp40 per Saham, Konstruksi Bergairah

Dividen Yield 10%, Harga Saham PTPS Anjlok 35% dari IPO

blank
Family Office
Family Office

Video Pilihan