Jakarta, Investor IDN – PT Indo Acidatama Tbk (SRSN) resmi mengumumkan pembagian dividen tunai sebesar Rp6,62 miliar atau setara Rp1,1 per saham kepada pemegang sahamnya. Keputusan ini disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang digelar pertengahan Mei 2026, dengan pembayaran dijadwalkan pada 22 Juni 2026.
Jadwal pembagian dividen SRSN untuk tahun buku 2025 dimulai dengan cum date di pasar reguler dan negosiasi pada 29 Mei 2026, diikuti ex date pada 2 Juni 2026. Sementara untuk pasar tunai, cum date jatuh pada 3 Juni 2026 dan ex date pada 4 Juni 2026. Recording date atau tanggal pencatatan Daftar Pemegang Saham yang berhak menerima dividen ditetapkan pada 3 Juni 2026 pukul 16.00 WIB, dengan pembayaran dividen tunai dijadwalkan cair pada 22 Juni 2026.
Dengan harga saham SRSN yang ditutup di level Rp65 pada perdagangan 21 Mei 2026, dividend yield yang ditawarkan berada di kisaran 1,69%, angka yang cukup menarik mengingat emiten ini bergerak di sektor kimia dasar yang cenderung siklikal. Investor yang ingin kebagian dividen wajib masuk sebelum cum date di pasar reguler pada 29 Mei 2026, alias besok untuk memastikan namanya tercatat dalam DPS.
Keputusan pembagian dividen ini datang di tengah lonjakan kinerja yang spektakuler. Sepanjang tahun 2025, SRSN berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp77,4 miliar, melesat drastis 244% dibanding tahun 2024 yang hanya mencatat Rp22,5 miliar. Pertumbuhan laba yang fenomenal ini didorong oleh efisiensi operasional dan penguatan harga ethanol di pasar global, produk utama SRSN yang menyumbang sekitar 75% dari total penjualan.
Momentum positif ini berlanjut hingga kuartal pertama 2026. SRSN mencatatkan laba bersih Rp28,9 miliar di Q1 2026, naik hampir tiga kali lipat dibanding periode sama tahun sebelumnya yang hanya Rp9,7 miliar. Yang menarik, kenaikan laba ini terjadi meskipun penjualan justru turun 23,3%, menunjukkan keberhasilan manajemen dalam menjaga margin keuntungan di tengah dinamika pasar kimia yang volatile.
Emiten yang berkantor pusat di Graha Kencana, Jakarta Barat ini memang fokus pada produksi ethanol, asam asetat, etil asetat, dan produk turunannya. Di tengah tekanan sektor kimia global yang masih menghadapi tantangan dari kenaikan harga bahan baku dan fluktuasi permintaan, kemampuan SRSN untuk tetap membagikan dividen menjadi sinyal positif bagi pemegang saham setianya.
Dari sisi valuasi, beberapa analis pasar memproyeksikan harga wajar saham SRSN bisa mencapai Rp85 hingga Rp100 per saham, terutama didorong oleh lonjakan laba dan penguatan harga ethanol dalam beberapa pekan terakhir. Dengan harga saat ini masih di level Rp65, potensi upside mencapai 30-54%, belum termasuk dividend yield sekitar 1,69%.
Menariknya, data kepemilikan saham menunjukkan adanya aksi beli bertahap oleh pemegang saham pengendali, yang bisa jadi sinyal bahwa mereka sendiri percaya pada prospek perusahaan ke depan. Aksi beli ini bersamaan dengan kenaikan laba yang signifikan, menciptakan sentimen positif di kalangan investor.
Dari total dividen Rp6,62 miliar yang dibagikan, sisanya sebesar Rp70,73 miliar dimasukkan sebagai laba ditahan untuk memperkuat struktur modal dan mendukung rencana ekspansi kapasitas produksi. Strategi ini menunjukkan keseimbangan manajemen antara memberikan return langsung ke pemegang saham dengan memastikan keberlanjutan pertumbuhan jangka panjang.
Buat investor yang sedang mencari saham dengan fundamental yang membaik dan valuasi yang masih menarik, SRSN layak masuk radar. Momentum dividen biasanya mendorong minat beli jangka pendek, terlebih dengan track record kinerja yang terus menunjukkan tren positif sejak 2025. Catat jadwalnya, dan pantau pergerakan harga SRSN jelang cum date besok untuk timing entry yang optimal.
