Jakarta, Investor IDN -PT Logisticsplus International Tbk (LOPI) berencana menggelar aksi korporasi penambahan modal melalui penawaran umum terbatas atau rights issue dengan menerbitkan maksimal 1,4 miliar saham baru. Rencana tersebut akan dimintakan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 2 Juni 2026.
Manajemen menyebut dana hasil aksi korporasi ini akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan dan mendukung kebutuhan modal kerja perseroan. Selain rights issue, LOPI juga menyiapkan private placement atau penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu sebanyak 110 juta saham.
Secara regulasi, HMETD pada rights issue memberi hak kepada pemegang saham lama untuk membeli saham baru secara proporsional agar tidak terdilusi. Dalam skema tanpa HMETD, saham baru dapat diterbitkan tanpa penawaran terlebih dahulu kepada seluruh pemegang saham lama, sehingga porsi kepemilikan investor yang tidak ikut serta bisa turun.
LOPI juga mengungkapkan potensi dilusi maksimal 19,37 persen bagi pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya dalam rights issue tersebut. Karena itu, investor disarankan mencermati jadwal resmi, rasio pelaksanaan, harga tebus, dan pernyataan efektif dari OJK sebelum mengambil keputusan.
Bagi pasar, aksi korporasi besar seperti ini kerap menjadi perhatian karena dapat memengaruhi valuasi dan volatilitas saham dalam jangka pendek. Namun, keputusan ikut atau tidak tetap sebaiknya didasarkan pada prospektus dan tujuan penggunaan dana yang sudah dipublikasikan perseroan.

