Saham SINI

SINI Akuisisi 99,995% Saham KMS Rp1,73 Triliun, Batu Bara Jadi Cerita Baru

Jakarta, Investor-idn.com – PT Singaraja Putra Tbk (SINI) menyelesaikan pengambilalihan mayoritas saham PT Kemilau Mulia Sakti (KMS) dari PT Petrosea Tbk (PTRO). Nilai transaksinya mencapai Rp1,73 triliun, menjadikan keterbukaan ini penting bagi investor karena mengubah arah bisnis SINI lebih jauh ke sektor pertambangan batu bara.

Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia, SINI menyampaikan bahwa Akta Pengambilalihan Nomor 168 diteken pada 30 Juni 2026. Melalui transaksi tersebut, perseroan membeli 507.380.875 saham KMS atau setara 99,995% kepemilikan dari PTRO.

Setelah transaksi rampung, SINI menjadi pemegang saham pengendali KMS. Perseroan menyebut KMS memiliki perusahaan anak yang aktif menjalankan kegiatan usaha pertambangan batu bara, sehingga akuisisi ini memperluas cakupan bisnis SINI di luar posisi awalnya sebagai penyedia penginapan dan perusahaan induk.

Angka transaksinya bukan kecil. Nilai pengambilalihan sebesar Rp1.730.400.000.000 juga disebut sebagai tindak lanjut dari rencana penggunaan dana perseroan dari Penambahan Modal Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu atau PMHMETD I.

Lampiran penilaian independen memberi konteks tambahan. Nilai pasar 99,995% saham KMS ditaksir sebesar Rp1.840,51 miliar. Dengan begitu, harga transaksi Rp1.730,40 miliar berada sekitar 5,98% di bawah nilai pasar yang digunakan dalam pendapat kewajaran.

Pendapat kewajaran juga mencatat rencana akuisisi memiliki net present value (NPV) Rp1.063,75 miliar dan internal rate of return (IRR) 19,58%. Angka tersebut menjadi dasar perseroan menyebut transaksi layak, tetapi tetap perlu dibaca sebagai proyeksi berbasis asumsi, bukan jaminan laba di masa depan.

Bagi pasar, isu berikutnya ada pada eksekusi. Akuisisi KMS bisa membuat SINI masuk ke cerita batu bara, tetapi investor tetap perlu mencermati bagaimana pendanaan PMHMETD, integrasi aset, arus kas, serta risiko siklus harga komoditas diterjemahkan ke laporan keuangan konsolidasian.

Dengan skala Rp1,73 triliun dan perubahan arah bisnis yang cukup besar, keterbukaan SINI bukan sekadar agenda administratif. Ini adalah transaksi yang dapat membuat investor menilai ulang profil risiko, struktur neraca, dan sumber pertumbuhan perseroan setelah akuisisi KMS masuk penuh ke dalam grup.

More From Author

Akusisi Tguk

TGUK Jawab Bursa: Penjualan Daging Beku Melonjak Jadi Rp200,7 Miliar, Piutang Hampir Setara

MPPA

MPPA Catat 7,56 Miliar Saham Baru HMETD, Total Saham Naik Jadi 33,82 Miliar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

blank
Family Office
Family Office

Video Pilihan