blank

BEI Umumkan Saham Terkonsentrasi Tinggi, POLU dan BNLI di Atas 99%

Jakarta, Investor-idn.com – Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mengumumkan empat saham dengan kepemilikan terkonsentrasi tinggi, yakni POLU, BNLI, BINA, dan BBHI. Bagi investor, pengumuman ini penting karena konsentrasi kepemilikan yang sangat besar bisa membuat ruang saham beredar di pasar menjadi sempit.

Dalam pengumuman yang dipublikasikan pada 15 Juli 2026, BEI menyampaikan data tersebut disusun berdasarkan metodologi penentuan kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration per 30 Juni 2026. Perhitungan mencakup saham dalam bentuk warkat dan tanpa warkat.

Angka tertinggi muncul pada PT Golden Flower Tbk (POLU). Saham perseroan disebut dimiliki oleh sejumlah tertentu pemegang saham yang secara agregat menguasai 99,94% dari total saham POLU. Emiten tekstil tersebut tercatat di papan pengembangan.

Posisi berikutnya ditempati PT Bank Permata Tbk (BNLI). Dalam lampiran pengumuman, saham BNLI yang dikuasai secara agregat oleh sejumlah tertentu pemegang saham mencapai 99,92% dari total saham warkat dan tanpa warkat. BNLI tercatat di papan utama BEI.

Dua bank lain juga masuk daftar. PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA) tercatat memiliki konsentrasi kepemilikan 94,79%, sedangkan PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) berada di 92,71%. Keduanya juga berada di papan utama.

BEI dan KSEI menegaskan, pengumuman tersebut tidak serta-merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan maupun ketentuan pasar modal yang berlaku. Karena itu, data ini sebaiknya dibaca sebagai sinyal struktur kepemilikan dan likuiditas, bukan sebagai kesimpulan adanya pelanggaran.

Untuk investor ritel, isu utamanya ada pada sebaran saham yang tersedia di pasar. Ketika kepemilikan terkonsentrasi sangat tinggi, perdagangan harian dapat lebih sensitif terhadap perubahan permintaan dan penawaran karena saham yang benar-benar berpindah tangan di pasar bisa relatif terbatas.

Namun, dampaknya tidak selalu sama untuk setiap saham. Investor tetap perlu membandingkan data konsentrasi ini dengan volume transaksi, kapitalisasi pasar, porsi free float, serta keterbukaan informasi lain dari masing-masing emiten sebelum mengambil keputusan investasi.

Dengan POLU dan BNLI berada di atas 99%, sementara BINA dan BBHI di atas 92%, pengumuman BEI pagi ini menjadi pengingat bahwa risiko likuiditas tidak hanya muncul dari pergerakan harga. Struktur kepemilikan juga bisa menentukan seberapa mudah investor masuk dan keluar dari sebuah saham.

More From Author

MPPA

MPPA Catat 7,56 Miliar Saham Baru HMETD, Total Saham Naik Jadi 33,82 Miliar

Saham HATM

HATM Siapkan Private Placement Rp280 Miliar, Pemegang Saham Hadapi Dilusi 8,44%

blank
Family Office
Family Office

Video Pilihan