Saham FASW

FASW Balik Laba Rp87,66 Miliar, Pendapatan Semester I Naik 8%

Jakarta, Investor-idn.com – PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) mulai keluar dari tekanan kinerja yang berat pada paruh pertama tahun ini. Emiten kertas dan kemasan tersebut membukukan laba periode berjalan Rp87,66 miliar pada semester I 2026, berbalik dari rugi Rp491,66 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Perubahan ini penting bagi investor karena FASW masih tercatat di papan Pemantauan Khusus. Dengan posisi tersebut, laporan keuangan terbaru menjadi salah satu bahan utama untuk membaca apakah pemulihan operasional mulai terlihat atau masih rapuh.

Berdasarkan laporan keuangan interim yang disampaikan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia pada Selasa, 21 Juli 2026, penjualan dan pendapatan FASW mencapai Rp4,35 triliun sampai 30 Juni 2026. Angka itu naik sekitar 8,32% dibandingkan Rp4,02 triliun pada semester I 2025.

Perbaikan paling menonjol terlihat pada laba kotor. FASW mencatat laba bruto Rp482,52 miliar, berbalik dari rugi bruto Rp6,87 miliar setahun sebelumnya. Kenaikan ini menunjukkan tekanan biaya pokok penjualan tidak lagi menggerus seluruh pendapatan seperti yang terjadi pada periode pembanding.

Dari sisi beban, perseroan masih menanggung beban penjualan Rp131,56 miliar dan beban umum serta administrasi Rp95,88 miliar. Namun, beban bunga dan keuangan turun cukup dalam menjadi Rp137,04 miliar dari Rp259,49 miliar pada semester I 2025.

Kombinasi kenaikan pendapatan, perbaikan laba bruto, dan penurunan beban keuangan membawa FASW mencetak laba sebelum pajak Rp112,28 miliar. Setelah beban pajak Rp24,62 miliar, laba periode berjalan perseroan tercatat Rp87,66 miliar.

Perbaikan itu juga tercermin pada laba per saham dasar. FASW mencatat laba per saham Rp27,21 pada semester I 2026, berbanding rugi per saham Rp198,42 pada periode yang sama tahun lalu.

Meski begitu, neraca FASW masih perlu dicermati. Total aset perseroan per 30 Juni 2026 mencapai Rp12,43 triliun, naik tipis dari Rp12,23 triliun pada akhir 2025. Total liabilitas berada di Rp6,60 triliun, sementara ekuitas tercatat Rp5,83 triliun.

Posisi kas dan setara kas turun menjadi Rp95,76 miliar dari Rp112,78 miliar pada akhir 2025. Utang bank jangka pendek juga meningkat menjadi Rp1,95 triliun dari Rp1,36 triliun, sehingga struktur pendanaan jangka pendek tetap menjadi titik yang perlu dipantau.

Dari arus kas, FASW masih mencatat arus kas operasi negatif Rp37,62 miliar. Namun, tekanan tersebut jauh lebih kecil dibandingkan arus kas operasi negatif Rp539,47 miliar pada semester I 2025.

Dengan angka-angka tersebut, laporan FASW memberi sinyal pemulihan laba yang lebih jelas dibandingkan tahun lalu. Namun, bagi investor, pekerjaan rumahnya belum selesai: arus kas operasi belum positif, utang jangka pendek naik, dan status papan Pemantauan Khusus membuat perkembangan kuartal berikutnya tetap penting untuk diikuti.

More From Author

Saham Foru

FORU Siapkan Rights Issue Jumbo, Dilusi Bisa Tembus 99,78%

RMKO

RMKO Raup Rp114,3 Miliar dari Rights Issue, RMK Investama Serap Rp108 Miliar

blank
Family Office
Family Office

Video Pilihan