RMKO

RMKO Raup Rp114,3 Miliar dari Rights Issue, RMK Investama Serap Rp108 Miliar

Jakarta, Investor-idn.com – PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO) merampungkan rights issue atau Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu I (PMHMETD I). Dari aksi korporasi ini, perseroan menghimpun dana Rp114,3 miliar.

Rights issue RMKO penting bagi investor karena tambahan modal ini diarahkan untuk memperkuat modal kerja perseroan. Di bisnis jasa pendukung pertambangan, ruang modal kerja kerap menjadi penentu kemampuan emiten mengeksekusi proyek dan menjaga kelancaran operasional.

Berdasarkan informasi perseroan, pemegang saham utama PT RMK Investama ikut menyerap seluruh haknya. RMK Investama melaksanakan 308.564.114 HMETD dengan total nilai Rp108,0 miliar.

Direktur Utama RMKO, William Saputra, menyebut partisipasi pemegang saham utama tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap prospek jangka panjang perseroan. Komitmen itu juga membuat sebagian besar dana rights issue berasal dari pemegang saham pengendali.

Dengan total perolehan Rp114,3 miliar, porsi pelaksanaan hak oleh RMK Investama setara sekitar 94,5% dari dana yang berhasil dihimpun. Sisanya berasal dari partisipasi pemegang saham lain.

Manajemen RMKO menyatakan dana hasil rights issue akan dipakai untuk memperkuat struktur modal kerja, menjaga keberlanjutan operasional, serta mendukung permintaan jasa pertambangan yang terus tumbuh.

Bagi pasar, realisasi rights issue ini memberi dua sinyal sekaligus. Pertama, RMKO memperoleh tambahan likuiditas internal untuk menopang aktivitas bisnis. Kedua, pemegang saham utama masih menunjukkan dukungan modal pada fase ketika kebutuhan pendanaan operasional sektor pertambangan tetap besar.

Namun, investor tetap perlu menunggu rincian lebih lanjut pada laporan keuangan berikutnya. Sumber yang dibaca pada run ini belum memuat dampak rights issue terhadap posisi kas, liabilitas, margin, atau belanja modal perseroan.

Dengan demikian, titik pantau berikutnya adalah penggunaan dana aktual dan kontribusinya terhadap kinerja. Jika tambahan modal kerja mampu memperbaiki eksekusi proyek dan utilisasi aset, efeknya baru akan terlihat lebih jelas pada periode pelaporan mendatang.

More From Author

Saham FASW

FASW Balik Laba Rp87,66 Miliar, Pendapatan Semester I Naik 8%

Saham EDGE

Tender Offer EDGE Diperpanjang, Investor Publik Punya Waktu sampai 24 Juli

blank
Family Office
Family Office

Video Pilihan