Saham MEJA

MEJA Siapkan Rights Issue untuk Akuisisi Trimata Coal, RUPSLB Ketiga Dibidik 21 Agustus

Jakarta, Investor-idn.com – PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) mulai mengunci tahapan penting untuk rencana akuisisi PT Trimata Coal Perkasa. Perseroan menyiapkan RUPSLB ketiga dan rights issue, dua agenda yang akan menentukan apakah rencana transformasi usaha MEJA bisa bergerak ke tahap berikutnya.

Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia, MEJA menyatakan telah memperoleh persetujuan Otoritas Jasa Keuangan melalui surat S-36/PM.2/2026 tanggal 13 Juli 2026 untuk menyelenggarakan RUPSLB ketiga. Rapat tersebut direncanakan digelar pada 21 Agustus 2026.

Agenda ini penting karena berkaitan dengan pemberian kuasa kepada direksi untuk melaksanakan penambahan modal dasar perseroan. Langkah tersebut menjadi bagian dari persiapan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu atau rights issue dalam rangka rencana akuisisi Trimata Coal Perkasa.

MEJA juga menyampaikan bahwa perseroan sedang menyelesaikan audit laporan keuangan periode Juni 2026. Di saat yang sama, perseroan melakukan penunjukan Kantor Jasa Penilai Publik sehubungan dengan rencana perubahan bidang usaha MEJA menjadi perusahaan induk.

Bagi investor, titik krusial dari keterbukaan ini ada pada arah perubahan profil MEJA. Emiten yang selama ini bergerak di dekorasi eksterior, interior, desain peralatan rumah tangga dan furnitur, serta konstruksi gedung, sedang menyiapkan langkah untuk masuk ke struktur holding melalui rencana akuisisi tersebut.

Namun, dokumen yang disampaikan melalui BEI belum merinci nilai transaksi, jumlah saham baru yang akan diterbitkan, harga pelaksanaan, rasio rights issue, maupun potensi dilusi bagi pemegang saham lama. Karena itu, ruang baca investor masih harus menunggu dokumen aksi korporasi berikutnya.

MEJA menyatakan pelaksanaan rencana RUPSLB ketiga, rights issue, dan akuisisi Trimata Coal Perkasa tetap bergantung pada persetujuan pemegang saham, pemenuhan ketentuan peraturan perundang-undangan, serta penyelesaian seluruh dokumen dan proses pendukung yang dipersyaratkan.

Dengan jadwal RUPSLB yang sudah diarahkan ke 21 Agustus 2026, investor MEJA kini memiliki tanggal acuan untuk memantau kelanjutan aksi korporasi ini. Fokus berikutnya adalah rincian skema rights issue dan dampaknya terhadap struktur permodalan perseroan.

More From Author

Saham EMAS

EMAS Tuntaskan Stabilisasi Saham Hong Kong, Opsi 3,4% Dieksekusi

Saham DNET

DNET Raih Fasilitas Kredit Rp2 Triliun dari SMBC, Investor Perlu Cermati Arah Penggunaan Dana

blank
Family Office
Family Office

Video Pilihan