Saham PPRE

PPRE Kantongi Kontrak Baru Rp1,5 Triliun, Rugi Semester I Susut 93%

Investor-idn.com – PT PP Presisi Tbk. (PPRE) membawa kabar yang cukup relevan bagi investor yang memantau pemulihan emiten konstruksi berbasis alat berat. Perseroan mencatat kontrak baru Rp1,5 triliun hingga triwulan II 2026, sementara rugi semester I berhasil ditekan tajam.

Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia, PPRE menyampaikan bahwa kontrak baru tersebut terutama berasal dari segmen jasa pertambangan dan konstruksi. Dua segmen itu memberi kontribusi 97% terhadap perolehan kontrak baru perseroan.

Kontrak baru bukan satu-satunya angka yang menjadi perhatian. Hingga Juni 2026, PPRE membukukan pendapatan konsolidasian Rp2,2 triliun, naik 35% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,6 triliun.

Struktur pendapatan perseroan juga masih sangat terkonsentrasi pada bisnis inti. Segmen pertambangan dan konstruksi secara keseluruhan menyumbang 97,3% terhadap pendapatan PPRE pada periode tersebut.

Di sisi bawah laporan laba rugi, tekanan kerugian mulai berkurang. Rugi tahun berjalan PPRE hingga Juni 2026 turun sekitar 93,4% menjadi Rp88,6 miliar, dari rugi Rp1,3 triliun pada periode pembanding yang disebut perseroan.

Perbaikan itu ikut ditopang penurunan beban penurunan nilai. Beban tersebut menyusut dari Rp656 miliar menjadi Rp57,9 miliar hingga Juni 2026. Sementara itu, beban keuangan tercatat Rp167,7 miliar, sedikit lebih rendah dibandingkan Rp171,4 miliar.

Bagi pasar, kombinasi kontrak baru dan penurunan rugi memberi gambaran bahwa PPRE masih berada dalam fase pemulihan, bukan langsung kembali ke profitabilitas. Angka rugi yang tersisa tetap perlu dicermati, terutama karena dokumen belum merinci arus kas, daftar proyek, atau kontribusi masing-masing kontrak terhadap margin.

Manajemen PPRE menyatakan akan berfokus pada efisiensi, produktivitas, optimalisasi aset, serta peningkatan kualitas dan profitabilitas proyek. Untuk investor, agenda berikutnya adalah melihat apakah perbaikan tersebut berlanjut ke laba bersih, arus kas operasi, dan struktur utang pada periode berikutnya.

More From Author

Saham BEEF

BEEF Serap 52,56 Juta Saham Buyback, Dana Terpakai Sekitar Rp9,46 Miliar

Saham BBCA

BBCA Tebar Dividen Interim Rp25 per Saham, Ini Jadwal Cum Date-nya

blank
Family Office
Family Office

Video Pilihan