Nvidia

10 Saham AI Global Paling Menarik di 2026, dari Nvidia hingga Palantir

Jakarta, Investor IDN – Ledakan investasi kecerdasan buatan (AI) membuat sejumlah saham teknologi global menjadi sorotan utama sepanjang 2026. Belanja modal global untuk infrastruktur AI diperkirakan menembus ratusan miliar dolar AS dalam beberapa tahun ke depan, sehingga emiten yang memasok chip, cloud, dan software AI dinilai berpotensi menikmati lonjakan pendapatan dan laba. Sejumlah riset internasional merangkum setidaknya sepuluh saham sektor AI yang paling sering direkomendasikan untuk dilirik investor tahun ini.

Di barisan terdepan ada Nvidia (NVDA), yang disebut sebagai pemimpin absolut di segmen chip AI. Berbagai laporan memperkirakan Nvidia menguasai sekitar 80% pangsa pasar workload pelatihan model AI besar dengan lini GPU untuk data center yang menjadi sumber pendapatan utama. Lonjakan permintaan chip untuk pusat data AI membuat pendapatan segmen data center Nvidia melonjak berlipat dalam dua tahun terakhir, dan proyeksi analis masih menempatkan emiten ini sebagai salah satu penerima manfaat terbesar gelombang investasi AI hingga beberapa tahun ke depan.

Di sisi hardware, Broadcom (AVGO) dan Advanced Micro Devices (AMD) juga masuk daftar rekomendasi utama. Broadcom dikenal sebagai pemasok chip khusus (custom ASIC) untuk sejumlah raksasa teknologi global dan diproyeksikan melihat porsi pendapatan dari AI tumbuh pesat, dengan beberapa proyeksi menyebut potensi pendapatan AI bisa naik dua kali lipat secara tahunan. Sementara itu AMD menjadi penantang utama Nvidia dengan seri GPU MI untuk data center. Sejumlah analisis memperkirakan pendapatan data center AMD dapat tumbuh sekitar 60% per tahun sampai 2030, didukung kontrak pemasokan chip AI ke perusahaan teknologi besar yang mulai berjalan sejak 2025.

Di hulu rantai pasok, Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) menjadi pemain kunci karena menjadi foundry utama yang memproduksi chip untuk hampir semua raksasa AI dunia. Permintaan untuk proses manufaktur canggih TSMC melonjak seiring migrasi model AI ke node teknologi terbaru. Beberapa kajian menilai saham TSMC menawarkan cara tidak langsung untuk ikut menikmati boom AI dengan eksposur yang lebih terdiversifikasi ke berbagai pelanggan besar sekaligus.

Di sisi platform, nama-nama big tech seperti Microsoft (MSFT), Alphabet/Google (GOOGL), dan Amazon (AMZN) juga konsisten masuk daftar saham AI unggulan 2026. Microsoft mengintegrasikan AI generatif ke berbagai produk melalui Copilot dan memanfaatkan Azure sebagai tulang punggung infrastruktur AI bagi perusahaan, menjadikannya salah satu penerima utama belanja AI korporasi. Alphabet mengembangkan dan mengintegrasikan model Gemini ke layanan pencarian dan produktivitas, sekaligus menawarkan infrastruktur dan chip TPU untuk keperluan AI pihak ketiga. Amazon melalui AWS mendorong layanan seperti Bedrock dan SageMaker, yang menyediakan pondasi dan alat untuk membangun aplikasi AI di atas platform cloud miliknya.

Di luar nama besar tersebut, Palantir Technologies (PLTR) sering disebut sebagai salah satu pure-play software AI yang menonjol. Platform Palantir untuk implementasi AI di lingkungan perusahaan dan pemerintahan menunjukkan pertumbuhan kuat, dengan segmen komersial Amerika Serikat dilaporkan mencetak pertumbuhan pendapatan tiga digit dalam beberapa kuartal terakhir. Sejumlah analisis menempatkan Palantir sebagai “picks and shovels” di sisi software AI, karena fokus menyediakan infrastruktur aplikasi dan orkestrasi data untuk berbagai perusahaan yang ingin mengadopsi AI tanpa membangun sendiri semua komponen dari nol.

Di lini pendukung infrastruktur, Micron Technology (MU) banyak disebut sebagai salah satu saham yang diuntungkan langsung oleh maraknya pembangunan server AI. Permintaan memori berkecepatan tinggi (HBM dan DRAM) untuk pusat data diperkirakan tumbuh tajam, dan beberapa riset menempatkan Micron sebagai salah satu saham AI yang menarik karena kombinasi prospek pertumbuhan penjualan dan valuasi yang dinilai belum setinggi para pembuat GPU. Selain itu, sejumlah emiten penyedia solusi daya dan pendingin data center, jaringan optik, hingga infrastruktur fisik pusat data juga mulai sering muncul dalam daftar “Top AI Plays 2026”, meskipun namanya belum sepopuler Nvidia dan Microsoft.

Secara garis besar, berbagai riset sepakat bahwa eksposur terhadap tema AI tidak hanya bisa diperoleh melalui satu jenis saham. Investor dapat memilih kombinasi pembuat chip seperti Nvidia, AMD, dan Broadcom; foundry global seperti TSMC; penyedia platform cloud dan layanan AI seperti Microsoft, Alphabet, dan Amazon; serta pemain software murni seperti Palantir dan pemasok memori seperti Micron. Namun, karena valuasi sejumlah saham AI utama sudah naik signifikan dalam dua tahun terakhir, sejumlah analisis menyarankan pendekatan bertahap, fokus jangka panjang, dan disiplin manajemen risiko ketika masuk ke sektor yang sangat dinamis ini.

More From Author

Japfa Comfeed Indonesia

Sektor Konsumer Siklikal Jadi Bintang 2026, Ini Saham Pilihan Investor

Lo Kheng Hong

Laba DILD Turun 63%, Lo Kheng Hong Malah Tambah Koleksi Saham

blank
Family Office
Family Office

Video Pilihan