PT Atlantis Subsea Indonesia Tbk

ATLA Melejit di Tengah Euforia Sektor Energi 2026

Jakarta, Investor IDN – PT Atlantis Subsea Indonesia Tbk (ATLA) mencuri perhatian pasar saham Jakarta, Kamis (23/4/2026) pukul 14:46 WIB. Saham emiten subsea services ini meroket 3,28% atau 2 poin ke Rp63 per lembar, dengan volume perdagangan mencapai 2,21 miliar lembar—jauh melampaui rata-rata harian 127,83 juta lembar. Lonjakan ini mendorong kapitalisasi pasar ATLA menembus Rp322 miliar.

ATLA yang bergerak di sektor minyak, gas, dan batu bara tergabung dalam beberapa indeks penting: Syariah, Papan Pengembangan, IDXENERGY, ISSI, serta DBX. Dengan 156.647 followers di Stockbit, saham ini menunjukkan likuiditas tinggi sepanjang hari ini, mencatat transaksi Rp106 miliar. Analisis teknikal mencatat sinyal beli pada MA5 di level 56,8 dan MA50 di 52,42, meski tren keseluruhan masih netral.

Kenaikan tajam ATLA hari ini dipicu oleh rebound harga minyak Brent yang menguat 2% ke US$75 per barel, meningkatkan sentimen positif terhadap jasa inspeksi pipa bawah laut. Efek dari kontrak Rp16 miliar bersama PGAS Solution yang rampung Januari mulai terasa, ditambah aksi beli institusi mencapai 17,1 juta lot. Forum Stockbit ramai membahas momentum ini, dengan banyak trader menyebut “akhirnya bangkit dari gocap Rp50”. Aksi jual komisaris Rudi Reksa Sutantra yang terakhir tercatat Maret lalu tampaknya sudah mereda.

Sepanjang 2025, ATLA membukukan laba bersih Rp3,7 miliar atau sedikit turun dari Rp3,8 miliar tahun sebelumnya, dengan EPS Rp0,60. Posisi neraca sangat kuat dengan total aset Rp170 miliar dan debt-to-equity ratio (DER) hanya 0,01 kali. Rencana akuisisi perusahaan seismik senilai Rp200 miliar berpotensi mendorong pendapatan 10% di 2026, seiring prospek cerah industri migas domestik. Meski PE ratio 82 kali tergolong tinggi, saham ini menarik bagi investor spekulatif di sektor ESG.

Market terpantau optimis menjelang rilis laporan keuangan kuartal I/2026. Investor disarankan memantau perkembangan harga minyak dunia dan aksi korporasi ATLA ke depan.

More From Author

DMS Propertindo Tbk

KOTA (DMS Propertindo Tbk): Mulai Bangkit, Apakah Harga Saham Bisa Naik Lagi?

MUFG Tanggapi Rumor Go Private BDMN

MUFG Tanggapi Rumor Go Private BDMN: Belum Ada Keputusan Resmi

blank
ASA Media
ASA Media

Video Pilihan