Jakarta, Investor IDN – Saiko Consultancy Pte Ltd, perusahaan konsultasi manajemen asal Singapura, berencana mengakuisisi 41,18% atau sebanyak 1,05 miliar saham PT Hassana Boga Sejahtera Tbk (NAYZ) dari PT Asia Intrainvesta, pemegang saham pengendali saat ini. Aksi korporasi ini berpotensi mengubah struktur pengendalian perseroan dan akan diikuti penawaran tender wajib sesuai POJK No. 9/2018.
Pengumuman disampaikan melalui keterbukaan informasi BEI pada Jumat (24/4/2026) oleh Direktur Utama NAYZ Arief Banang Trinovan. Hingga saat ini, Saiko Consultancy belum memiliki kepemilikan saham NAYZ, baik secara langsung maupun tidak langsung. Transaksi ini menandai minat investor Singapura terhadap emiten produsen makanan pendamping ASI (MPASI) pasca-IPO NAYZ yang sukses pada 2025.
Profil dan Strategi Saiko Consultancy
Saiko Consultancy bergerak di jasa konsultasi manajemen dan holding company. Langkah ini datang usai batalnya rencana akuisisi saham PT Soraya Berjaya Indonesia Tbk (SPRE), menunjukkan diversifikasi portofolio ke sektor konsumer makanan anak. Setelah pengambilalihan, Saiko akan meluncurkan mandatory tender offer untuk saham publik, mematuhi regulasi OJK dan BEI.
Prospek NAYZ di Tengah Perubahan Pengendali
NAYZ, yang baru IPO November 2025 dengan dana Rp 100 miliar, telah merealisasi seluruhnya untuk ekspansi pabrik, modal kerja, dan pelunasan aset hingga April 2026. Emiten ini fokus pada MPASI dengan merek HBS Food, didukung pertumbuhan pasar bayi Indonesia yang diproyeksikan 7-8% tahunan hingga 2027. Pengendali baru berpotensi percepat transformasi digital dan ekspor.
Belum ada informasi harga akuisisi, tapi pasar bereaksi positif dengan potensi upside saham NAYZ. Investor disarankan pantau progres negosiasi dan tender offer untuk dampak likuiditas dan valuasi perseroan.

