Saham KOCI 2026

KOCI Kokoh Exa Nusantara Tembus 200, Bisakah Kokoh City Jadi Mesin Pertumbuhan Rumah MBR di 2026?

Jakarta, Investor IDN– Awal 2026 menjadi panggung tersendiri bagi saham PT Kokoh Exa Nusantara Tbk (IDX: KOCI). Pergerakan harga yang melonjak hingga lebih dari 100 persen sejak awal tahun membuat pengembang perumahan asal Bangkalan, Madura ini ikut naik daun di mata pelaku pasar. Di balik kenaikan itu, ada satu nama besar yang kerap disebut: Kokoh City, kawasan perumahan yang menjanjikan rumah untuk masyarakat menengah ke bawah dengan daerah berada di kawasan yang dekat dengan Surabaya.

KOCI memang bukan nama raksasa properti nasional, tapi justru di situlah daya tariknya. Perusahaan yang berdiri pada 2019 di Bangkalan ini fokus pada pengembangan kawasan perumahan yang menyelesaikan backlog perumahan MBR, segmen yang kerap menjadi prioritas pemerintah. Lokasinya di sekitar 15 kilometer dari Surabaya menjadikan akses ke kota industri dan pusat ekonomi Jawa Timur menjadi nilai tambah tak tertulis. Rumah subsidi maupun non‑subsidi yang dibangun di Kokoh City menjadi jawaban bagi keluarga yang ingin punya hunian layak tanpa harus terlalu jauh dari pusat ekonomi.

Sejak awal tahun, harga KOCI sempat melesat hingga menembus level di atas Rp 200 per saham, membuat kapitalisasi pasarnya ikut melonjak. Meskipun setelahnya terjadi koreksi, saham ini tetap membukukan kenaikan lebih dari 50 persen dalam setahun terakhir, jauh di atas gerak rata‑rata sektor properti. Di tengah kenaikan itu, beberapa analis justru tampak hati‑hati. Valuasi yang mulai lebih tinggi dibandingkan rata‑rata sektor dan kinerja laba yang sempat turun year‑on‑year membuat wajar bila ada yang mengamati KOCI sebagai saham spekulatif dengan potensi volatilitas tinggi.

Secara fundamental, kinerja KOCI pada laporan keuangan 9 bulan 2025 menunjukkan pendapatan sekitar Rp 48 miliar dan laba bersih sekitar Rp 13,7 miliar. Angka itu memang turun dibanding periode sebelumnya, terutama karena penjualan rumah non‑subsidi yang tidak sekuat tahun sebelumnya. Tapi justru di sini, proyeksi 2026 mulai menarik. Manajemen menyebut upaya percepatan pengembangan cluster baru di Kokoh City dan peningkatan penjualan unit, serta sinergi dengan lembaga keuangan untuk mendukung program KPR dan pembiayaan rumah subsidi. Ada juga langkah penambahan saham beredar lewat konversi waran pada Februari 2026 untuk memperkuat modal kerja dan memperluas daya serap proyek.

Dalam konteks pasar, KOCI kerap dibicarakan sebagai “story stock” yang mengusung narasi pembangunan backlog perumahan MBR di Jawa Timur. Program pemerintah 100‑0‑100 yang menargetkan peningkatan kepemilikan rumah masyarakat berpenghasilan rendah menjadi latar belakang kuat bagi narasi ini. Bagi publik, Kokoh City bisa dibaca sebagai kawasan yang mengabungkan kebutuhan dasar, aksesibilitas, dan harga yang relatif terjangkau. Namun di sisi lain, investor juga perlu mengingat bahwa KOCI masih berstatus kapitalisasi kecil menengah, dengan laba yang belum terlalu stabil dan ketergantungan kuat pada sektor properti yang rentan siklus.

Jika kinerja penjualan rumah dan ekspansi Kokoh City berjalan sesuai harapan, KOCI berpotensi kembali mendapat momentum. Beberapa skenario yang beredar di pasar menempatkan harga wajar di kisaran Rp 220 hingga Rp 280 apabila omzet dan profit recovery terjadi. Di skenario yang lebih konservatif, harga bisa bergerak di kisaran Rp 150–Rp 220 dengan pola konsolidasi dan fluktuasi harian yang tinggi. Di skenario terburuk, jika pertumbuhan pendapatan tidak seimbang dengan valuasi yang sudah tinggi, koreksi ke kisaran Rp 80–Rp 120 bukanlah hal yang mustahil.

Bagi investor yang ingin memanfaatkan narasi KOCI, penting untuk tidak hanya melihat kenaikan harga, tetapi juga memahami landasan bisnisnya: seberapa cepat unit di Kokoh City terjual, sejauh apa kerja sama dengan bank dan lembaga pembiayaan, serta bagaimana manajemen mengelola modal baru dari konversi waran. Narasi ini cocok untuk investor yang nyaman dengan risiko tinggi, siap memantau laporan keuangan secara berkala, dan tidak ragu keluar cepat jika sentimen pasar berbalik. Bagi para pengamat pasar, KOCI Kokoh Exa Nusantara menjadi salah satu contoh nyata bagaimana saham sektor properti lapis tiga bisa naik pesat dengan bantuan kombinasi cerita, timing, dan minat spekulatif.

More From Author

PT LCK Global Kedaton Tbk

Saham LCKM Melesat di Tengah Rapor Merah, Sinyal Rebound atau Jebakan Spekulasi?

Proyek WIKA Beton

WIKA Beton Perkuat Tata Kelola dan Kinerja, Menjadi Pertimbangan Investor di 2026

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

blank
ASA Media
ASA Media

Video Pilihan