Jakarta, Investor-idn.com — Banyak perusahaan publik di Indonesia mempercepat penggunaan platform digital terpadu berbasis kecerdasan buatan (AI) per Juni 2026 untuk mengelola informasi bagi para investor. Langkah nyata ini dilakukan guna menjaga kepercayaan pasar modal domestik di tengah pengetatan aturan saham publik oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) menjadi minimal 15 persen.
Dalam acara FGD Media IR 2026 di Jakarta, Chief Executive Officer Emitera.io , Fadil Mukti, menjelaskan bahwa divisi hubungan investor (investor relations/IR) kini tidak lagi sekadar mengurus dokumen administrasi. Tim ini telah menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk menyajikan data yang terbuka dan cepat, seiring target pembiayaan nasional yang diproyeksikan naik menjadi Rp9.200 triliun pada tahun 2029.
Tren global berdasarkan riset terbaru dari Irwin dan FactSet menunjukkan penggunaan AI oleh tim pengelola investor melonjak drastis dari 6 persen pada tahun lalu menjadi 42 persen pada tahun ini. Sebanyak 63 persen jajaran direksi perusahaan menilai komunikasi dengan investor sekarang jauh lebih penting. Di lapangan, teknologi AI ini digunakan untuk membaca laporan keuangan secara otomatis, membuat ringkasan dokumen yang rumit, hingga menerjemahkan pengumuman perusahaan ke dalam dua bahasa secara instan.
Meski teknologi semakin canggih, muncul masalah baru di mana 40 persen tim pengelola investor merasa tugas mereka justru bertambah karena sistem komputer yang terpisah-pisah. Laporan tersebut mencatat hanya 27 persen perusahaan yang merasa aliran data mereka sudah terhubung dengan baik antarperangkat. Hambatan teknis ini memaksa perusahaan untuk mencari satu platform tunggal yang bisa menyatukan seluruh data agar informasi penting tidak terlambat sampai ke tangan investor ritel maupun institusi.
Selain masalah teknologi, fokus pembicaraan antara perusahaan dan investor juga mulai berubah pada tahun ini. Sebanyak 52 persen pengelola hubungan investor kini lebih fokus menjelaskan bagaimana program lingkungan dan sosial (ESG) perusahaan bisa menghasilkan keuntungan finansial yang nyata. Di sisi lain, pertemuan tatap muka secara langsung juga meningkat sebesar 52 persen untuk membangun hubungan yang lebih erat dan meyakinkan para pemodal.
