Saham BRPT

Pendapatan BRPT Melonjak 76%, Tapi Laba 6M26 Turun ke US$518 Juta

Jakarta, Investor-idn.com – PT Barito Pacific Tbk (BRPT) mencatat lonjakan pendapatan pada semester I-2026, tetapi tekanan pada EBITDA dan laba bersih membuat ceritanya tidak sesederhana pertumbuhan top line. Investor perlu membaca dua sisi kinerja ini sekaligus.

Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia, BRPT melaporkan pendapatan bersih konsolidasi 6M26 sebesar US$5,686 juta. Angka itu naik 76,1% dibandingkan US$3,229 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kenaikan pendapatan terutama dikaitkan dengan kontribusi entitas anak Chandra Asri Group, termasuk kinerja kilang dan integrasi aset ritel ExxonMobil di Singapura. Segmen energi terbarukan juga tumbuh 11,5% secara tahunan menjadi US$334 juta.

Namun, pertumbuhan pendapatan tersebut tidak langsung tercermin pada profitabilitas. EBITDA konsolidasi BRPT turun 45,1% menjadi US$1,084 juta dari US$1,974 juta. Marjin EBITDA juga turun ke 19,06% dari 61,13%.

Laba bersih setelah pajak konsolidasi mencapai US$518 juta, atau turun 70,0% dari US$1,724 juta pada 6M25. Dari jumlah tersebut, laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat US$190 juta, turun dari US$540 juta.

Dari sisi neraca, total aset BRPT pada 6M26 mencapai US$18,952 juta, dengan total liabilitas US$12,458 juta dan total ekuitas US$6,494 juta. Rasio utang bersih terhadap ekuitas tercatat 0,76x, relatif stabil dibandingkan 0,77x setahun sebelumnya.

Bagi investor, angka BRPT kali ini menunjukkan ekspansi pendapatan yang besar, tetapi kualitas laba masih perlu diuji dari margin, kontribusi setiap segmen, serta kemampuan menjaga struktur utang di tengah ekspansi energi, kimia, dan infrastruktur.

More From Author

Saham AHAP

AHAP Siapkan Rights Issue Rp175 Miliar, Risiko Dilusi Capai 41,67%

Saham ELSA

ELSA Siapkan Buyback Rp100 Miliar Mulai 3 Agustus, Bahana Jadi Perantara

blank
Family Office
Family Office

Video Pilihan