Jakarta, Investor-idn.com – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) menambah ruang pembiayaan untuk mengejar ekspansi panas bumi. Perseroan menandatangani perjanjian fasilitas perbankan dengan PT Bank Mizuho Indonesia senilai maksimal US$75 juta.
Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia, PGEO menyebut fasilitas tersebut berbentuk non-cash loan berbasis clean basis. Tenor fasilitas berlaku paling lama satu tahun sejak tanggal perjanjian, yang diteken pada 25 Juli 2026.
Manajemen menyatakan fasilitas ini akan mendukung kebutuhan perdagangan dan pembiayaan proyek. Bagi PGEO, tambahan kapasitas pendanaan menjadi relevan karena perseroan sedang mendorong pengembangan portofolio pembangkit listrik tenaga panas bumi.
PGEO menargetkan kapasitas terpasang mencapai 1 GW pada 2028 dan naik lagi menjadi 1,8 GW pada 2034. Dengan target sebesar itu, akses pendanaan dari bank internasional menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga ritme pengembangan proyek.
Meski demikian, investor tetap perlu membaca transaksi ini secara proporsional. Dokumen belum memuat rincian penggunaan fasilitas per proyek, biaya pendanaan, maupun dampak langsung terhadap laba atau arus kas PGEO. Informasi yang paling jelas saat ini adalah plafon fasilitas US$75 juta, jenis fasilitas, serta posisinya sebagai dukungan bagi ekspansi energi panas bumi perseroan.

