Jakarta, Investor-idn.com – PT Vale Indonesia Tbk (INCO) membukukan perbaikan kinerja pada kuartal II 2026, ditopang kenaikan produksi nikel matte dan harga realisasi yang lebih tinggi. Kabar ini penting bagi investor karena pemulihan operasional mulai terlihat setelah produksi semester I masih lebih rendah secara tahunan.
Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), INCO melaporkan produksi nikel matte sebesar 16.153 ton pada kuartal II 2026. Jumlah itu naik sekitar 19% dibandingkan 13.620 ton pada kuartal I 2026.
Secara semesteran, produksi nikel matte INCO mencapai 29.773 ton pada semester I 2026, masih di bawah 35.584 ton pada semester I 2025. Penjualan nikel matte kuartal II 2026 tercatat 13.932 ton.
Dari sisi keuangan, pendapatan INCO pada kuartal II 2026 mencapai US$290 juta, naik 15% dari US$253 juta pada kuartal sebelumnya. EBITDA melonjak 45% secara triwulanan menjadi US$116 juta.
Laba bersih INCO pada kuartal II 2026 tercatat US$61 juta, naik 39% dari US$44 juta pada kuartal I 2026. Untuk semester I 2026, laba bersih mencapai US$104 juta, jauh di atas US$25 juta pada semester I 2025.
Perbaikan tersebut ikut didukung harga realisasi rata-rata nikel matte yang naik 4% menjadi US$14.765 per ton. Pada saat yang sama, biaya tunai pokok penjualan nikel matte membaik ke US$10.005 per ton dari US$10.382 per ton pada kuartal sebelumnya.
Meski tren kuartalan membaik, investor tetap perlu mencermati selisih produksi semesteran terhadap tahun lalu dan kebutuhan belanja modal perseroan. Dokumen INCO menyebut belanja modal kuartal II sekitar US$116 juta untuk mendukung operasi dan proyek pertumbuhan.

