Jakarta, Investor-idn.com – PT Asuransi Harta Aman Pratama Tbk (AHAP) menyiapkan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu atau PMHMETD V senilai maksimal Rp175 miliar. Aksi ini penting bagi investor karena jumlah saham baru yang ditawarkan besar dan berpotensi menurunkan porsi kepemilikan pemegang saham lama yang tidak mengeksekusi haknya.
Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia, AHAP akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 3,5 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp50 per saham. Harga pelaksanaan ditetapkan sama, yakni Rp50 per saham, sehingga dana maksimal yang dapat dihimpun perseroan mencapai Rp175 miliar.
Rasio rights issue tersebut adalah 7 saham lama memperoleh 5 HMETD. Setiap 1 HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 saham baru AHAP pada harga Rp50 per saham.
Bagi pemegang saham yang tidak menggunakan haknya, manajemen AHAP menyebut potensi dilusi kepemilikan dapat mencapai maksimum 41,67%. Angka ini menjadi bagian yang perlu dihitung investor sebelum periode perdagangan hak dimulai.
Pemegang saham utama AHAP, PT Asuransi Central Asia, menyatakan akan mengambil seluruh haknya dalam PMHMETD V sebanyak 2.190.245.006 saham. Porsi itu mewakili 62,58% dari total saham baru yang diterbitkan dalam aksi tersebut. AHAP juga menyatakan tidak ada pihak yang bertindak sebagai pembeli siaga.
Dari sisi jadwal, tanggal pencatatan pemegang saham yang berhak atas HMETD ditetapkan pada 24 September 2026 pukul 16.00 WIB. Cum HMETD di pasar reguler dan pasar negosiasi dijadwalkan pada 22 September 2026, sedangkan perdagangan dan pelaksanaan HMETD berlangsung pada 28 September sampai 2 Oktober 2026.
Perseroan menargetkan pencatatan saham baru di BEI pada 28 September 2026. Sementara itu, penjatahan pemesanan saham tambahan dijadwalkan pada 7 Oktober 2026.
AHAP menjelaskan dana hasil rights issue, setelah dikurangi biaya emisi, akan digunakan sebagai modal kerja. Perseroan mengaitkan aksi ini dengan pemenuhan ketentuan ekuitas minimum perusahaan asuransi yang harus dipenuhi paling lambat 31 Desember 2026 untuk tahap pertama sebesar Rp250 miliar.
Untuk investor, perhatian utama bukan hanya besaran dana yang dibidik, melainkan kepastian efektivitas, partisipasi pemegang saham lama, serta bagaimana tambahan modal itu memperbaiki posisi permodalan AHAP setelah rights issue selesai.

