PT Tripar Multivision Plus Tbk (RAAM) berencana menggelar rights issue dengan menerbitkan hingga 1,36 miliar saham baru atau setara 20% dari modal ditempatkan dan disetor. Aksi korporasi ini dilakukan setelah perseroan memutuskan untuk tidak membagikan dividen tahun buku 2025 lantaran masih membukukan rugi.
Rights issue ini bertujuan memperkuat struktur permodalan dan mendukung rencana ekspansi perseroan ke depan. Dana yang terkumpul dari penerbitan saham baru akan digunakan untuk pengembangan bisnis produksi konten audio-visual serta modal kerja. Perseroan menargetkan rights issue dapat rampung pada semester II-2026.
RAAM yang merupakan perusahaan rumah produksi konten hiburan tanah air mencatatkan pendapatan sebesar Rp187 miliar pada tahun 2025, namun masih membukukan rugi bersih. Langkah rights issue menjadi strategi untuk memperbaiki kinerja keuangan dan memperkuat likuiditas perseroan di tengah persaingan industri konten digital yang kian ketat.
PT Tripar Multivision Plus Tbk (RAAM) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang produksi dan distribusi konten audio-visual, termasuk film, sinetron, dan program televisi. Perseroan telah berdiri sejak 1991 dan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada 2024.
Keputusan RAAM untuk tidak membagi dividen dan memilih rights issue dinilai sebagai langkah strategis oleh analis. Dengan permodalan yang lebih kuat, perseroan diharapkan dapat bersaing lebih agresif di industri hiburan digital yang terus berkembang. Potensi rebound kinerja tetap terbuka seiring pemulihan industri kreatif nasional.

