Jakarta, INVESTOR IDN – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan performa mengesankan pada sesi perdagangan terkini, mengalami kenaikan sebesar 0,83% dan mencapai level 7.866 di sesi pertama perdagangan Rabu, 3 September 2025. Optimisme investor didorong oleh penguatan sebagian besar sektor, khususnya konstruksi BUMN seperti PT Wijaya Karya Beton Tbk (WIKA Beton), PT Adhi Karya Tbk (ADHI), dan PT PP Tbk (PTPP), yang menorehkan catatan kinerja positif di tengah volatilitas pasar.
Kinerja Positif WIKA Beton
WIKA Beton berhasil mencatat pertumbuhan kinerja positif sepanjang Semester I 2025, dengan laba bersih sebesar Rp4,35 miliar hingga akhir Juni 2025. Pendapatan usaha mencapai Rp1,57 triliun, didominasi oleh produk beton pracetak dan beton segar yang berkontribusi sekitar 87,57% dari total pendapatan. Selain itu, WIKA Beton juga sukses memperoleh kontrak baru senilai Rp2,10 triliun, di mana sektor infrastruktur menjadi penyumbang utama dengan porsi 50,93%. Kepercayaan pasar swasta tercermin dari kontribusi mereka sebesar 57,72% pada kontrak yang didapat, sementara BUMN lain dan induk usaha turut menunjang pertumbuhan perusahaan.
Pada triwulan I 2025, WIKA Beton juga membukukan pendapatan sebesar Rp871,59 miliar, serta kontrak baru Rp1,11 triliun—dengan sektor infrastruktur dan industri sebagai kontributor terbesar. Perusahaan menjaga tata kelola dan efisiensi operasional, serta aktif mengembangkan produk ramah lingkungan untuk keberlanjutan bisnis ke depan.
Kontribusi ADHI dan PTPP
ADHI mencatat kenaikan harga saham hingga 3,57% pada salah satu sesi perdagangan di awal Juli 2025, dengan capaian laba bersih dan kontrak baru yang terus mendukung kinerja konstruksi nasional. PTPP pun terus menunjukkan stabilitas dan ketahanan melalui proyek-proyek strategis yang berjalan, turut mendorong performa sektor konstruksi secara umum.
Sentimen Pasar dan Prospek
Dengan hampir 400 saham bergerak positif di sesi perdagangan, didukung likuiditas tinggi dan minat kuat investor terhadap sektor konstruksi, IHSG diperkirakan tetap berpeluang menguat sepanjang September 2025. Efisiensi operasional, pencapaian kontrak baru, serta pengembangan produk inovatif dari WIKA Beton, ADHI, dan PTPP menjadi pilar utama dalam menjaga daya tarik saham-saham BUMN konstruksi ke depan.












