Jakarta, Investor-idn.com – PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatat tonggak baru pada semester I-2026. Penyaluran kredit perseroan untuk pertama kalinya menembus Rp1.000 triliun, tepatnya Rp1.036 triliun.
Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia, BBCA menyebut kredit per semester I-2026 tumbuh 8% secara tahunan. Pertumbuhan ini ditopang kredit produktif sebesar Rp802 triliun, naik 11% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Rinciannya, kredit korporasi tumbuh 13,6% menjadi Rp513,4 triliun. Kredit komersial dan UKM naik 6,6% menjadi Rp288,5 triliun. Di sisi kualitas aset, rasio loan at risk terjaga di 4,9%, sementara non-performing loan berada di 1,9%.
Dari sisi pendanaan, giro dan tabungan atau CASA naik 10,2% menjadi Rp1.082 triliun. Total dana pihak ketiga BBCA mencapai Rp1.284 triliun, naik 7,9%, dengan porsi CASA sekitar 84,3%. Struktur dana murah ini menjadi salah satu penopang penting ketika bank menjaga biaya dana dan kualitas margin.
BBCA dan entitas anak membukukan laba bersih Rp29,5 triliun pada semester I-2026. Perseroan juga mencatat pendapatan nonbunga Rp13,2 triliun, naik 11%, serta pembiayaan hijau Rp123 triliun, tumbuh 19% secara tahunan. Bagi investor, kombinasi kredit Rp1.036 triliun, kualitas aset yang masih terkendali, dan dana murah yang dominan menjadi inti pembacaan kinerja BBCA kali ini.

