Saham HAIZ

HAIS Pulihkan Kinerja Q2, Pendapatan Naik 28,57% dan Arus Kas Tetap Tumbuh

Jakarta, Investor-idn.com – PT Hasnur Internasional Shipping Tbk (HAIS) mulai menunjukkan pemulihan kinerja pada kuartal II-2026. Bagi investor, sinyalnya bukan hanya dari pendapatan yang naik, tetapi juga dari laba bersih, margin, dan arus kas operasi yang tetap positif di tengah pasar logistik batu bara yang belum mudah.

Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), HAIS melaporkan pendapatan semester I-2026 sebesar Rp372,35 miliar. Laba bersih perseroan pada periode yang sama mencapai Rp18,81 miliar, dengan volume kargo yang diangkut sebesar 4,34 juta metrik ton.

Perbaikan paling jelas terlihat secara kuartalan. Pendapatan HAIS pada kuartal II-2026 mencapai sekitar Rp209,45 miliar, naik 28,57% dibandingkan Rp162,90 miliar pada kuartal I-2026. Laba bersih kuartal II juga melonjak menjadi sekitar Rp15,67 miliar, dari Rp3,14 miliar pada kuartal sebelumnya.

Kenaikan laba itu ikut mengangkat margin laba bersih HAIS. Margin perseroan naik dari sekitar 1,93% pada kuartal I menjadi 7,48% pada kuartal II-2026. Perubahan ini memberi ruang bagi pasar untuk melihat bahwa pemulihan HAIS tidak hanya bertumpu pada volume, tetapi juga pada pengendalian biaya dan pemilihan rute yang lebih selektif.

Dari sisi kas, HAIS membukukan arus kas bersih dari aktivitas operasi sebesar Rp72,23 miliar sampai akhir Juni 2026. Angka itu naik sekitar 6,30% dari Rp67,95 miliar pada periode yang sama tahun lalu, sekaligus berada di atas laba bersih semester I-2026.

Disiplin biaya juga menjadi bagian penting dari cerita HAIS kali ini. Beban usaha semester I-2026 turun 24,39% menjadi Rp33,36 miliar dari Rp44,12 miliar. Perseroan menyebut strategi yang dijalankan meliputi pemilihan rute yang lebih selektif, optimalisasi utilisasi armada, dan penguatan kualitas pendapatan.

Komposisi armada ikut berubah. Sepanjang semester I-2026, sebanyak 61,05% volume kargo HAIS diangkut menggunakan armada milik sendiri atau ownship, naik dari 47,77% pada periode yang sama tahun lalu. Sebaliknya, porsi rentship turun dari 52,23% menjadi 38,95%.

HAIS tetap menjalankan investasi produktif meski menjaga pendekatan yang hati-hati. Realisasi perolehan aset tetap pada semester I-2026 mencapai sekitar Rp108,04 miliar, lebih tinggi dari Rp67,42 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Nilai aset tetap bersih perseroan tercatat sekitar Rp1,17 triliun, dengan total aset Rp1,58 triliun dan ekuitas Rp831,55 miliar per akhir Juni 2026.

Di luar bisnis pengangkutan eksisting, HAIS juga menyiapkan proyek floating loading facility (FLF) untuk memperkuat layanan integrated marine logistics. Hingga akhir Juni 2026, progres pengembangan FLF mencapai 70% dan diarahkan menuju target operasional pada pertengahan 2027.

Untuk semester II-2026, manajemen masih mengambil sikap prudent karena permintaan komoditas, perdagangan global, dan harga batu bara dapat memengaruhi aktivitas pengangkutan. Karena itu, ukuran berikutnya bagi investor adalah apakah perbaikan kuartal II ini bisa berlanjut menjadi pertumbuhan yang konsisten, bukan hanya rebound setelah awal tahun yang lebih lambat.

More From Author

Saham JAST

JAST Garap Aplikasi Layanan Kemenkeu, Tahap Awal Siapkan 1.675 Lisensi

Saham AHAP

AHAP Siapkan Rights Issue Rp175 Miliar, Risiko Dilusi Capai 41,67%

blank
Family Office
Family Office

Video Pilihan