Juru bicara Mitsubishi UFJ Financial Group (MUFG) menyatakan kepada media bahwa grup Jepang tersebut mengetahui perubahan aturan minimum free float BEI, namun belum mengambil keputusan terkait kepemilikan saham di Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN). Pernyataan ini meredam spekulasi pasar di tengah lonjakan saham BDMN yang mencapai ARA 25% dalam dua hari terakhir.
Saham BDMN melonjak 48% dalam dua hari hingga menyentuh ARA 25% di Rp3.850 per saham pada 22 April 2026, dipicu rumor MUFG akan mengakuisisi sisa 7,5% saham publik dengan premi di atas harga pasar. Rumor lain menyebut potensi go private atau delisting akibat ketentuan free float minimum 15% yang diterapkan BEI mulai Maret 2026, sulit dipenuhi mengingat MUFG menguasai 92,47% saham.
Direktur BDMN Reza Iskandar Sardjono menegaskan perusahaan tidak berkomentar atas rumor atau spekulasi pasar, karena pergerakan harga murni hasil mekanisme permintaan-penawaran. MUFG disebut mencari peluang akuisisi di Asia, termasuk inbreng aset ke BDMN dengan valuasi Rp8.000 per saham, dan pengumuman potensial 12 Mei 2026—meski belum dikonfirmasi resmi.
Perubahan aturan BEI Nomor I-A yang naikkan free float dari 7,5% menjadi 15% efektif 31 Maret 2026 didukung OJK untuk tingkatkan likuiditas dan tata kelola, tapi tekan emiten mayoritas seperti BDMN. Jika merger terealisasi, entitas gabungan berpotensi jadi bank terbesar kelima Indonesia berdasarkan aset, kuatkan posisi MUFG di ASEAN. Investor disarankan waspada volatilitas hingga ada keterbukaan informasi resmi.

