Jakarta, Investor-idn.com – Perubahan besar di struktur pemegang saham PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS) akhirnya masuk tahap penyelesaian. PT Wibowo Group Capital telah mengambil 1,44 miliar saham MBSS dari PT Galley Adhika Arnawama, transaksi yang membuat peta kepemilikan emiten pelayaran energi itu berubah secara material bagi investor.
Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), MBSS menyampaikan bahwa transaksi tersebut merupakan kelanjutan dari pengumuman perseroan pada 21 Juli 2026. Pada 31 Juli 2026, Galley Adhika Arnawama sebagai penjual dan Wibowo Group Capital sebagai pembeli menandatangani Perjanjian Jual Beli Saham.
Galley juga telah menyelesaikan penjualan 1.443.766.800 saham MBSS kepada Wibowo Group Capital. Jumlah itu mewakili 82,5% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan.
Transaksi dilakukan melalui mekanisme crossing di Pasar Negosiasi BEI. Dengan porsi sebesar itu, penyelesaian transaksi menjadi faktor penting karena bukan lagi sekadar rencana pengambilalihan, melainkan sudah menyentuh perubahan posisi pemegang saham mayoritas.
MBSS menyatakan, setelah penyelesaian transaksi tersebut, Galley Adhika Arnawama tidak lagi menjadi pemegang saham mayoritas perseroan. Informasi ini menjadi titik pembeda dari keterbukaan 21 Juli lalu, ketika transaksi masih berada pada tahap perjanjian awal bersyarat.
Dari sisi kepatuhan transaksi, MBSS menjelaskan bahwa transaksi antara penjual dan pembeli tidak memiliki hubungan afiliasi. Perseroan juga menyatakan transaksi tersebut tidak mengandung benturan kepentingan sebagaimana dimaksud dalam POJK No.42/POJK.04/2020 tentang transaksi afiliasi dan transaksi benturan kepentingan.
Untuk kegiatan usaha, perseroan menyebut pelaksanaan transaksi tidak berdampak material terhadap kegiatan usaha MBSS. Dalam dokumen yang sama, keterangan berbahasa Inggris juga menyebut tidak ada dampak material terhadap aktivitas operasional, kondisi keuangan, status hukum, maupun kelangsungan usaha perseroan.
Bagi pelaku pasar, isu berikutnya adalah bagaimana Wibowo Group Capital menggunakan posisi mayoritas tersebut dalam arah bisnis MBSS. Keterbukaan kali ini belum memuat rencana strategis baru, nilai rupiah transaksi, ataupun perubahan manajemen, sehingga ruang penilaian investor masih perlu menunggu perkembangan resmi lanjutan dari perseroan.

