PT MNC Tourism Indonesia Tbk (KPIG) membukukan laba bersih sebesar Rp94,6 miliar pada kuartal pertama tahun 2026. Angka ini melesat 55,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menandai awal tahun yang kuat bagi emiten pariwisata milik konglomerat Hary Tanoesoedibjo tersebut.
Melalui keterbukaan informasi yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia pada 4 Mei 2026, manajemen MNC Tourism melaporkan bahwa pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan kinerja portofolio properti dan resor yang terus menunjukkan pemulihan pasca pandemi. Perseroan mencatatkan bisnis perhotelan dan rekreasi sebagai kontributor utama pendapatan.
Kinerja positif ini tak lepas dari akselerasi pengembangan aset-aset ikonik yang tengah digarap perseroan di berbagai lokasi strategis. Hyatt Regency Lido Resort yang berlokasi di kawasan ekonomi khusus Lido, Sukabumi, disebut telah memasuki tahap finalisasi akhir. Tower Wing resor tersebut ditargetkan segera beroperasi dan akan menjadi salah satu destinasi wisata terintegrasi terbesar di Indonesia.
Selain itu, pembangunan Clubhouse di kawasan Lido telah memasuki tahap penyelesaian, sementara Lido Adventure Park terus memperluas fasilitas outbound yang terintegrasi langsung dengan Hyatt Regency Lido Resort. Kawasan Lido sendiri merupakan proyek flagship MNC Group yang menggabungkan hunian, resort, taman hiburan, dan pusat konvensi dalam satu kawasan seluas ribuan hektar.
Dari sisi properti premium perkotaan, Park Hyatt Jakarta kembali mencatatkan prestasi dengan meraih penghargaan dalam Tatler Best Indonesia 2026 sebagai salah satu dari 20 hotel terbaik di Indonesia. Sementara di kawasan wisata Bali, The Westin Resort Nusa Dua berhasil dinobatkan sebagai Resor Keluarga Terbaik nomor satu untuk kategori bintang lima dalam ajang Holidays With Kids.
MNC Tourism Indonesia Tbk melantai di Bursa Efek Indonesia pada 30 Maret 2000 dan tercatat di papan utama dengan kode saham KPIG. Bergerak di industri pariwisata dan rekreasi, tepatnya subsektor hotel, resor, dan kapal pesiar. Sebagai bagian dari MNC Group milik Hary Tanoesoedibjo — yang juga memiliki stasiun televisi, media, dan jasa keuangan — KPIG mendapat dukungan ekosistem yang luas. Kantor pusatnya berada di MNC Tower lantai 17, Jakarta Pusat, dengan kegiatan utama di bidang pariwisata.
Menariknya, pengumuman ini tidak datang sendiri. Pada hari yang sama, BCAP (MNC Kapital Indonesia Tbk) juga melaporkan pertumbuhan laba bersih 28,6 persen secara tahunan. Kinerja solid dua anak usaha ini menjadi angin segar bagi BHIT sebagai induk usaha yang menaungi keduanya.
Beberapa faktor diproyeksikan mendukung kinerja KPIG ke depan: beroperasinya Hyatt Regency Lido Resort yang akan menjadi sumber pendapatan baru, pengembangan kawasan Lido secara keseluruhan yang meningkatkan nilai aset, tren pariwisata domestik yang menguat, serta pengakuan internasional terhadap properti-properti KPIG. Di sisi lain, fluktuasi tingkat hunian hotel dan persaingan ketat di industri perhotelan masih perlu diwaspadai.
Pertumbuhan laba 55,8 persen dalam satu tahun menunjukkan bahwa KPIG tidak sekadar pulih, tetapi benar-benar tumbuh. Sebagai emiten yang sudah 26 tahun melantai di bursa, konsistensi seperti ini menjadi sinyal bahwa manajemen mampu mengeksekusi strategi bisnis dengan baik. Dengan proyek-proyek besar seperti Lido yang semakin mendekati tahap operasional, potensi pertumbuhan ke depan masih terbuka lebar.

